Fashion

Technology

Fashion

Recent Posts

Hikmah Sahabat Abdullah bin Rawahah Yang Diutus Rasulullah Kepada Kaum Yahudi

05.13 Add Comment


Setelah benteng Khaibar milik Yahudi jatuh ke tangan Muslimin, diperoleh banyak sekali rampasan perang. Di antaranya berupa kebun kebun korma yang luas. Yahudi Madinah terkenal sebagai petani korma yang handal.

Namun para Shahabat banyak yang kurang paham cara mengelola korma. Terutama yang aslinya pedagang dari Makkah. Selain jarak ke Khaibar juga jauh, sekitar 60-70 km arah utara dari pusat Madinah.

Yahudi Khaibar menawarkan diri kerjasama "garap kebun". Mereka yang kelola, nanti hasil dibagi bersama Muslimin pemilik kebun. Nabi Saw karena manusia LEMBUT HATI, beliau setuju usulan kerjasama itu.

Setelah setahun berlalu, tiba saatnya pembagian hasil KEBUN KHAIBAR dilakukan. Rasul Saw mengirim utusan ke Khaibar untuk mengurusnya. Luar biasa, beliau tunjuk seorang PENYAIR, bukan "The Accountant". Namanya Abdullah bin Rawahah Ra.

Saat tiba di Khaibar, kaum Yahudi sudah "kumat lagi sakitnya". Mereka bermaksud MENYUAP Ibnu Rawahah, agar dia memberikan prosentase ke Yahudi lebih banyak. Tentu saja Sahabat yang mulia itu menolak keras.

"Demi Allah, tidak ada manusia yang paling aku benci, selain kaum kalian (Yahudi) ini. Tapi yakinlah, aku akan bertindak seadil-adilnya," kata Ibnu Rawahah.

Maksudnya, secara pribadi beliau sangat ANTI YAHUDI. Tapi sikap antinya tidak akan membuat dia menzhalimi hak hak Yahudi. Termasuk upaya suap mereka, tidak akan mempengaruhi sikapnya.

Mendengar pernyataan Ibnu Rawahah yang tegas itu, kaum Yahudi berdecak kagum. "Dengan cara seperti inilah, langit dan bumi ditegakkan (oleh Allah)," kata para Yahudi itu.

Benar adanya. Allah telah meletakkan MIZAN KEADILAN di petala langit langit. Seperti disebut dalam Ar Rahman:

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ

"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca [keadilan]." (QS Ar-Rahman: 7)

Ibnu Rawahah Ra menyelesaikan tugasnya dengan gemilang. Nantinya beliau gugur sebagai PENYAIR HEROIK, pembawa panji bendera Ummat dalam perang Mu'tah kontra Romawi.

BUTIRAN HIKMAH DI BALIK KISAH: 

1. Rasul Saw tidak melarang muamalah dengan orang kafir; selama saling menguntungkan, adil, jujur.
2. Rasul Saw TIDAK KEBERATAN memilih seorang ahli tertentu untuk mengerjakan urusan di luar bidangnya; selama orang itu mampu dan tangguh.
3. Suap (risywah) adalah penyakit perusak MUAMALAH. Jangan dilakukan. (Mayoritas fenomena KORUPSI di Indonesia, karena suap menyuap).
4. Kebencian kepada suatu kaum tidak membolehkan KEZHALIMAN atas kaum itu. Kalau zhalim, ya ditindak sesuai hukum.
5. Bahwa tatanan kehidupan di mana pun, TERPELIHARA LEWAT PENEGAKAN KEADILAN. Perbuatan tidak adil, akan merusak tatanan.

Demikian, kisah indah Abdullah bin Rawahah Ra. Semoga bermanfaat. Amin amin ya Rabb.

Penaklukan Panglima Khalid bin Walid Terhadap Gereja Yang Melahirkan Generasi Islam

05.09 Add Comment

Salah satu daerah yang dikuasai Khalid bin Walid 'Sang Pedang Allah' saat menaklukkan Irak adalah Ain Attamar.

Ada sebuah gereja di daerah itu. Di dalam gereja itu ada empat puluh orang pemuda pengkaji Injil. Jika dalam agama Islam mereka ibarat santri yang bertugas untuk mempelajari Al Quran dan mengajarkannya nantinya.

Saat kedatangan pasukan muslim mereka mengunci rapat gereja itu dan bersembunyi di dalamnya. Mereka ketakutan dengan pasukan Khalid yang datang menaklukkan negeri.

Bagaimana mungkin mereka tidak ketakutan, sebab sudah menjadi tabiat para penakluk mereka akan menghabisi penduduk negeri yang ditaklukkan.

Apakah Khalid dan pasukannya melakukan hal yang demikian?

Apakah khalid membantai mereka?

Jawabnya tidak sama sekali.

Para pemuda injil itu dibagi-bagi kepada semua tentara dan mereka pun menjadi bagian dari kaum muslimin sebagai sahaya.

Tiga orang dari ke empat puluh orang pemuda Kristen itu ada yang bernama SirinNushair dan Yasar.

Dari ketiga orang inilah lahir tokoh-tokoh besar Islam. Kita mengenal seorang ulama besar Islam bernama Muhammad ibnu Sirin, pakar tafsir di zamannya.

Lalu kita mengenal seorang panglima perang muslim bernama Musa bin Nushair, Penakluk Andalusia.

Yang ketiga adalah seorang pakar sejarah. Guru dari semua penulis sejarah nabi, dia adalah Muhammad ibnu Ishaq bin Yasar.

Subhanallah.

Kisah Khalifah Umar dan Burung Pipit

05.04 Add Comment


Khalifah Umar suatu saat berjalan di kota Madinah. Dilihatnya seorang anak kecil sedang mempermainkan seekor burung Pipit. Umar muncul ibanya melihat si burung itu, lalu membelinya dan melepaskannya ke angkasa. Ketika Umar wafat, salah seorang ulama terkenal bertemu Umar dalam mimpinya.

"Apa kabar Umar?" tanya sang ulama. "Apa yang telah dilakukan Allah atas dirimu?"

"Allah telah mengampuniku dan melewatkan segala dosaku."

"Apa sebabnya? Apa karena kedermawananmu? Keadilanmu? Atau karena zuhudmu yang membuatmu acuh tak acuh terhadap dunia?"

Umar menggeleng.

Katanya kemudian, "Ketika kalian menguburkanku dan menutupiku dengan tanah serta meninggalkanku sendiri, datang dua malaikat yang menakutkan aku. Akalku hilang, gemetar sendi-sendi tulangku. Dua malaikat itu mengambilku dan mendudukkanku, hendak menanyaiku. Tapi tiba-tiba muncul suara tanpa sosok yang menghardik keduanya. 'Tinggalkan hamba-Ku ini, jangan kalian takut-takuti. Aku menyayanginya dan segala dosanya telah Kuampuni, karena dia telah menyayangi seekor burung pipit di dunia. Pahalanya, Kusayangi dia di akhiratnya."

Demikian dikutip dari Kitab Usfuriah.

Subhanallah. Menyayangi hewan saja pahalanya seperti itu, apalagi menyayangi manusia, apatah lagi menyayangi ulama...

Sebaliknya, menyakiti hewan (kucing) sebagaimana dalam hadits Nabi, bisa menyebabkan seseorang masuk neraka. Apalagi menyakiti manusia, apatah lagi menyakiti ulama.

Mencari Kesalahan Al Quran, Berakhir Jadi Muslim

17.49 Add Comment


Kisah Dr. Gary Miller (Misionaris Kristen), Sang Penantang Al Quran: “Melakukan Riset Panjang Untuk Mencari Kesalahan Al Qur’an !”

DR. Gary Miller, adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada.

Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan yang sangat meminati bidang logika dan hal-hal logis.

Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu.

Namun seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller pun terdorong untuk mempelajari Al-Quran lebih mendalam dengan tujuan mencari celah-celah kesalahannya, sekaligus membuktikan ketidakotentikan kitab suci umat Muslim itu.

Miller mengatakan, “Mulai hari itu, saya membaca Al-Quran untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan ummat Islam.”

Dikatakannya pula, “Karena Al-Quran diturunkan 14 Abad yang lalu di padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Quran, saya malah semakin menemukan kebenaran yang membuat saya terkesima. Saya menyadari bahwa Al-Quran ternyata membahas berbagai masalah yang sama sekali tak ditemukan di kitab samawi lainnya.

Kitab ini membuat saya semakin penasaran untuk mempelajari lebih mendalam lagi. Ketika membaca surat An-Nisa’ ayat 82, saya sangat terkejut. Ayat tersebut menyebutkan; “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”

Tentunya, hal yang dialami oleh cendekiawan asal Kanada ini bukanlah yang pertama kali terjadi bagi seorang non-muslim. Al-Quran adalah samudera yang tak ada batasnya dan mengandung mutiara ilmu yang tak ada habis-habisnya untuk digali.

Sejak 14 abad lalu, para pemikir dan cendikiawan dalam berbagai bidang mengarungi lautan ilmu yang tertuang dalam kitab ini. Namun sedemikian luas dan dalamnya samudera Al Quran, membuat mereka belum mampu menemukan tepi atau akhir dari lautan ilmu ini.

Oleh karena itu, mereka hanya bisa pasrah sambil memuji keagungan dan kebesaran Allah Swt. Al-Quran dalam surat Furqon ayat 1 menyebutkan: “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.”

Sebagai seorang ilmuwan, Dr. Gary Miller memahami bahwa mengenali dan membandingkan berbagai pendapat adalah salah satu metode ilmiah dalam rangka membuktikan kebenaran. Dia juga mengatakan, “Al-Quran dengan ayat-ayat yang sangat lugas mengajak manusia untuk berpikir. Di dunia ini, tak ada seorang penulis pun yang menulis sebuah buku, kemudian dengan penuh keyakinan meminta semua pihak untuk membuktikan kesalahan-kesalahannya.”

Dr. Miller juga mengatakan, “Di saat mempelajari Al-Quran, saya menanti ayat yang menyinggung peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti wafatnya Sayidah Khadijah atau kehidupan anak-anaknya. Namun, saya malah dikejutkan oleh surat yang bernama Maryam. Sedangkan dalam kitab Injil dan Taurat, tak ada satupun surat khusus dengan nama Maryam. Selain itu, Al-Quran menyebut nama Isa Al-Masih sebanyak 25 kali, sedangkan kitab ini hanya menyebut nama Rasulullah Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak 5 kali. Bahkan, tak ada surat yang menyebutkan nama putri atau istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Namun, cendekiawan Barat ini masih belum mantap dengan apa yang didapatkannya. Ia pun kembali melanjutkan mencari kesalahan-kesalahan Al-Quran. Kali ini, ia dikejutkan oleh ayat lainnya, yaitu Surat Al Anbiya ayat 30, yang berbunyi:

أَوَلَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ ڪَانَتَا رَتۡقً۬ا فَفَتَقۡنَـٰهُمَا‌ۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ‌ۖ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…”

Miller berkata, “Ayat ini menyinggung masalah ilmiah yang penemunya mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1973. Ayat ini menjelaskan teori “Big Bang” yang menghasilkan penciptaan dunia, langit, dan bintang-bintang.”

Miller melanjutkan, “Bagian akhir ayat tersebut menyebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Ini merupakan salah satu keajaiban penciptaan alam yang baru dipahami oleh sains modern. Ilmuwan modern membuktikan bahwa sel hidup terbentuk dari sitoplasma atau zat separuh cairan lekat, sedangkan bagian inti sitoplasma bersumber dari air. Dengan mempelajari ayat ini, saya sama sekali tidak lagi mempercayai klaim-klaim bohong yang menyebut Al-Quran sebagai buatan Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam semata. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang tak bisa menulis dan membaca sebelum diturunkannya Al-Quran, 1400 tahun yang lalu, tiba-tiba dapat berbicara soal materi dan gas yang membentuk dunia?”

Akhirnya, riset panjang ini menyebabkan Dr. Gary Miller tunduk menerima Islam sebagai agama yang benar. Dia kini aktif menulis berbagai makalah terkait mukjizat-mukjizat sains yang tercantum dalam Al-Quran. Di antara karya-karya Miller berjudul “Al-Qur’an Yang Menakjubkan”, “Perbedaan Al-Quran dan Kitab Injil”, dan “Pandangan Islam tentang Metode-Metode Pemberian Kabar Gembira”.

Di samping berbicara mengenai mukjizat dan keagungan Al-Quran, Dr. Gary Miller juga membahas masalah lainnya. Dia mengatakan, “Di antara mukjizat Al Quran adalah menyampaikan ancaman-ancaman untuk manusia di masa mendatang yang tak bisa diprediksikan oleh manusia. Hal ini tak bisa diprediksi oleh manusia karena manusia seringkali menjadikan eksperimen sebagai tolak ukur kebenaran.

Al-Qur’an juga mengidentifikasi sahabat dan musuh ummat Islam. Selain itu, kitab ini juga memperingatkan persahabatan dengan orang-orang musyrik dan mengingatkan bahwa ummat kristiani adalah sahabat yang paling dekat dengan umat Islam. Lebih dari itu, Al Quran mengemukakan data yang konkrit dan ini adalah di antara metode Al-Quran yang luar biasa.”

Menurut Miller, “Al-Quran juga menarik perhatian para pembacanya pada hal-hal yang spesifik, bahkan kitab ini juga menyampaikan informasi-informasi baru. Informasi semacam ini tak pernah disinggung dalam kitab samawi lainnya. Sebagai contoh, surat Al-Imran ayat 44 menyampaikan peristiwa undian untuk mengasuh Sayidah Maryam as. Ayat tersebut menyebutkan, “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.”

Dikatakannya pula, “Dalam Kitab Injil, jika kita ingin lebih mengetahui sebuah cerita atau mengkaji permasalahan, seringkali kita tidak mendapatkan jawabannya di kitab itu dan bahkan kita harus merujuk sumber-sumber referensi lainnya. Sementara Al-Quran menyatakan, jika seseorang ragu akan kebenaran yang disampaikannya, maka Al Quran sendiri yang akan menjawabnya. Namun, setelah saya mempelajari kitab ini secara detail, saya menyimpulkan bahwa tak seorangpun dapat menanggapi tantangan Al-Quran ini, karena pada prinsipnya, informasi-informasi dalam Kitab ini mengungkap peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.”

Pada tahun 1977, Miller terlibat debat terbuka dengan penceramah Islam terkenal pakar Kristologi; Ahmad Deedat (gurunya DR Zakir Naik). Logikanya jelas dan pembenarannya tampak berdasarkan niat baik untuk mencapai kebenaran tanpa kebanggaan beragama atau prasangka buruk. Banyak orang yang kemudian memperkirakan bahwa ia akan segera memeluk Islam setelah debat itu.

Pada tahun 1978 Miller memutuskan memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Omar. Dia bekerja selama beberapa tahun di Universitas Minyak & Mineral di Saudi Arabia dan kemudian mengabdikan hidupnya untuk da’wah melalui program TV dan ceramah-ceramah umum tentang Islam.

Pesan Dr. Gary Miller kepada umat Muslim:

“Wahai ummat Islam, kalian tak mengetahui betapa Allah Subhanahu wa ta’ala telah melimpahkan kemuliaan kepada kalian, yang tak dimiliki oleh agama-agama lain. Untuk itu, bersyukurlah karena kalian telah menjadi muslim. Berpikirlah mendalam untuk mengungkap kebenaran-kebenaran yang indah dalam Al-Quran. Saya mempelajari Al-Quran secara mendalam, dan kitab inilah yang menyebabkanku mendapatkan hidayah Ilahi.”


Artis Terkenal Thailand Akhirnya Bersyahadat

17.45 Add Comment

Nook Suthida, artis populer Thailand nan cantik ini telah menghebohkan jagat hiburan negeri Gajah Putih karena memutuskan menjadi mualaf.

Lahir di negeri mayoritas Budha, keislaman Suthida pun menjadi kontroversi di berbagai media yang ada di Thailand.

Walaupun orang-orang di sekitarnya merasakan keberatan, namun Suthida sudah memutuskan untuk masuk Islam. Dia mengatakan keputusan tersebut dibuat setelah dirinya melakukan perjalanan ke banyak negara guna menemukan agama yang paling sempurna, dan dia menemukan Islam.

Setelah masuk Islam kini namanya berganti menjadi Aisyah Nook Suthida.

Sebagai seorang muslimah, Suthida mengatakan bahwa saat ini dirinya selalu berusaha mendirikan sholat tepat waktu dan mulai belajar membaca Al-Qur’an.

Beda yang disini. Artis terkenal Indonesia bikin heboh, mengaku Islam tapi menghina dan memfitnah ulama.

Berikut video liputan dari TV Thailand:


Mantan Pastur Lulusan Vatikan Ini ISLAMKAN Seluruh Keluarganya

17.30 Add Comment

Romo Christian (sekarang berganti nama ustadz Charis Bangun Samudra) mengisahkan tentang keislaman dirinya.

Lahir di Surabaya, dilahirkan dibesarkan dididik di keluarga Katolik. 
TK Katolik Kristus Raja
SD Katolik Santo Yohanes Gabriel
SMP Katolik Santo
SMA Katolik Santa Maria
Sekolah Pastur Tingkat Menengah
Sekolah Tinggi Pastur Katolik Vatikan

"Alhamdulillah Saya belum pernah mengkristenkan orang," ujarnya.

"Kalau dulu saya pernah mengkristenkan saya harus ke rumahnya, mengetuk pintu rumahnya dan bilang 'Kliru. Yang Bener Agama Islam'"

Bahkan, setelah Romo Christian masuk Islam, Beliau berhasil mengislamkan keluarganya: anak, mantu, putu, Islam semua.

Berikut video penuturan Romo Christian (Ustadz Bangun Samudera).

[video]




Mualaf Tionghoa Ini Islamkan 2 Orang Dalam 1 Hari

17.24 Add Comment

Steven Indra Wibowo, mualaf Tionghoa yang sekarang menjabat Ketua Mualaf Center Indonesia sangat aktif berdakwah menyebarkan Islam dimanapun. Sudah banyak -atas izin Allah- non muslim yang masuk Islam dengan perantaraan dakwah beliau.

Sungguh beliau dianugerahi Allah tak terhingga, sebagaimana kabar gembira yang disampaikan Rasulullah SAW:

“Sungguh, bila Allah memberi hidayah seseorang melalui tanganmu, itu lebih baik bagimu dibanding apa yang tertimpa cahaya matahari di saat terbit dan terbenamnya (yaitu: dunia dan seisinya).” (HR Thabrani)

Terbaru, Koh Steven Indra Wibowo menuturkan ada 2 orang yang bersyahadat 'secara tak terduga' pada hari yang sama pada Jumat (7/4/2017) kemarin.

Berikut disampaikan Koh Steven Indra Wibowo di laman fb-nya:

Assalamualaikum, ijinkan saya share sedikit perjalanan hari ini

Alhamdulillah, luar biasa cara Allah mengajari kita, 2 mualaf bersyahadat hari ini atas ijin Allah yang saya temui: 1 supir taxi, dan 1 lagi teman duduk disebelah saya di kereta.

Allah takdirkan supir taxi itu mendengar saya nelpon mualaf dan sedang memotivasi mualaf tsb karena sedang dijauhi teman dan saudara2nya setelah dia jadi mualaf. Dan bapak supir taxi ini bertanya-tanya tentang Islam, tiada tendensius apapun dalam pertanyaannya walau nyerempet2 politik ya ☺, diskusi mengalir di kemacetan jakarta untuk 1 jam 20 menit berikutnya, dari total perjalanan taxi 1 jam 45 menit. Judulnya macet membawa hidayah dan supir taxi ini bersyahadat di tengah kemacetan didalam taxi, gak saya videoin krn susah juga posisinya, bisa dibayangin.

Dan satu lagi di kereta saat pemuda di samping saya melihat seorang penumpang lain yang baca Quran di kereta sambil bergerak kesana sini karena kereta yang gak stabil dan nyeletuk lah si pemuda disamping saya "ngapain baca buku susah-susah lagi kereta goyang2 gini", saya nyahutin aja "itu yg dibaca Quran bro, kenyamanan dalam hati dia saat baca Quran menetralisir guncangan kereta", ehternyata dijawab "ah masak sih?" Nah diskusi berlanjut dengan menerangkan bagaimana Quran itu menenangkan hati karena banyak nasihat yang membuat hati manusia tenang dan seterusnya dia coba saya tunjukan aplikasi Quran di hape saya, eh dia install di hapenya 😁, dan ternyata Allah hanya memberi 5 menit bikin anak muda ini nangis, saya agak kaget aja, "eh mas bro kenape?", dia cuma bilang "saya buka acak aja ayat krn saya gak tau Quran, trus ketemu ini", pas saya periksa saya baca:

"Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka" surat Hud ayat ke 119.

Lah saya tanya emang kenapa mas?

Dia jawab dia bukanlah seorang muslim, dia seorang nasrani, dan sampai sedewasa ini dia gak tau apa tujuan dia diciptakan Tuhannya, ternyata jawabannya malah di Quran, ya karena dia diberi rahmat Allah.

Akhirnya terjadilah Syahadat di kereta.

Saya mohon ambil ibrahnya ya, seberapa dekat kita dengan Quran? Jawab sendiri, kadang kita mencari hidayah atau petunjuk untuk masalah hidup yg kita hadapi sampai ke ujung ujung dunia dengan cara apapun, padahal jawabannya ada di Quran ☺

Wassalamualaikum.

(Steven Indra Wibowo)