Friday, October 26, 2012

KESEDERHANAAN AGAMA ISLAM

Antara kesederhanaan agama Islam:

1. Ketika beribadah tidak perlu menggunakan peralatan yang mahal. Cukup menggunakan tempat yang bersih / suci, pakaian menutup aurat yang suci, dan mensucikan diri dengan mengambil air wudhu' / mandi suci. Maka seorang muslim bisa beribadah di mana sahaja asalkan suci. Dan masjid bisa dipakai untuk ratusan bahkan ribuan orang.
2. Tuhan hanyalah Satu / Esa, tidak mempunyai sekutu dan tidak beranak dan tidak diperanakkkan. Tidak membingungkan dan sesuai dengan akal.
3. Tidak ada perbedaan antara suku. Baik orang Arab, orang Afrika, orang Barat atau orang Cina, orang berkulit sawo matang. Semua sama rata sebagai makhluk ciptaan Allah yang wajib mengabdi kepada Allah. Perkara yang membedakan antara mereka adalah TAQWA.
4. Setiap tahun bisa dilihat pertemuan akbar antara muslim seluruh pelosok dunia. Tidak membedakan warna kulit dan semua mengenakan pakaian yang serupa baik kaya atau miskin, baik dari negara barat,  negara arab atau negara asia. Bisa disaksikan setiap tahun pada Hari Raya Haji atau Hari Raya Idul Adha.
5. Setiap ibadah yang diperintahkan oleh agama terhadap ummat Islam berunsur kebaikan untuk mereka dan bahkan mensehatkan jasmani.
6. Setiap perkembangan ilmu yang dicapai oleh manusia sehingga akhir zaman senantiasa tidak akan bertentangan dengan al Quran, bahkan senantiasa justru memjadi bukti kebenaran isi al Quran.
7. Tiada ayat-ayat yang bertentangan antara satu ayat dan ayat lain di dalam seluruh isi al Quran. Ajaran Islam sangat sederhana dan tidak membingungkan.
8. Tantangan al Quran tetap berlaku sehingga hari Qiamat, bahawa barang siapa yang masih meragui isi al Quran maka hendaknya manusia manapun membuat satu surah sahaja yang bisa menandingi surah-surah dalam al Quran. Bahkan ditantang untuk mengundang seluruh pakar.
9. Sejak zaman munculnya agama Islam, Nabi Muhammad s.a.w. dan kaum muslimin sehingga saat ini senantiasa mendapat tentangan yang hebat dan dahsyat, namun agama Islam semakin berkembang pesat dan diterima oleh orang-orang yang berakal.

Anda para pembaca bersyukurlah jika anda telah menganut agama ini, dan bagi anda yang masih belum bisa menerima agama ini, berlapang dadalah, tidak perlu memusuhi dan mendengki karena agama ini dijaga oleh Allah SWT. Semoga pada suatu saat anda mendapat hidayah-Nya dapat bergabung dengan ummat Islam sebagai saudara seagama sebagaimana orang-orang lain yang telah memilih Islam sebagai agama yang menenteramkan. amin.

Tuesday, August 7, 2012

Selasa, 07/08/2012 19:50 WIB 100 Mualaf di Masjid Polda Metro, Dari Tukang Asongan Hingga Anggota Polri Ganesha Al Fath - detikRamadan

Jakarta - Sebanyak 100 orang masuk Islam di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya sejak tahun 2008. Mulai dari pedagang asongan hingga anggota Polri, mereka membaca syahadat di masjid megah ini. "Yang menjadi mualaf di masjid ini sejak diresmikan pada tahun 2008, ada 100 orang. Pekerjaannya macam-macam, ada yang penjual minuman di stasiun, ada yang pengusaha, dan ada juga yang anggota Polda di sini. Kalau anggota Polda ada sekitar 10 orang," jelas Sekretaris Takmir Masjid Al Kautsar, Suryadinata kepada detikRamadan, Selasa (7/8/2012). Alasan mereka memilih Islam pun beragam. Menurut cerita Suryadinata, beberapa diantaranya tertarik masuk Islam karena tersentuh saat mendengar suara adzan, melihat orang muslim wudhu, dan ada juga karena kagum dengan keharusan melepas alas kaki ketika masuk masjid. "Ada yang kagum dengan bagaimana kita harus melepas alas kaki kalau mau masuk masjid. Dia kagum dengan kebersihan rumah Allah. Lalu ada juga yang gara-gara dapat mimpi," lanjutnya. Suryadinata pun bercerita tentang seorang mualaf Tionghoa yang bersyahadat di Masjid Al Kaustar bernama Yo Eng Wi dan kini berganti nama menjadi Rahmad Hidayatullah (40). Rahmad menjadi mualaf pada tahun 2009 karena bermimpi didatangi orang berjenggot dan mengajaknya masuk Islam. Kini Rahmad sudah mulai berdakwah bahkan sudah banyak mengajak orang lain masuk Islam. "Dulu Rahmad adalah penjual minuman di stasiun, sekarang jualan CD. Rahmad sekarang sudah lancar membaca Alquran, berani adzan, tampilannya sangat agamis, dan sudah biasa berceramah di masjid-masjid kantor. Bahkan dia mengajak orang-orang masuk Islam, termasuk keponakannya yang masuk Islam di masjid ini juga," tutunya. Setelah menjadi mualaf di Masjid Al Kautsar, pihak masjid akan memberi sedekah kepada mereka untuk membeli keperluan beribadah. Takmir masjid juga akan memberi alternatif pesantren-pesantren yang bisa menjadi tempat mereka menimba ilmu Islam. Suryadinata pun mengaku senang dan bangga ada banyak orang yang bersyahadaat di masjidnya. "Biasanya kami memberi sedekah kepada mereka untuk membeli baju muslim atau buku-buku panduan ibadah. Kami senang dan bangga telah mengislamkan orang, apalagi kemudian mereka bisa berdakwah," pungkas Suryadinata. ( sip / rmd )

Monday, April 23, 2012

PAK SUDOMO KEMBALI KE PANGKAL JALAN

REPUBLIKA.CO.ID, Lebih tenang dan khusyuk. Itulah yang dirasakan Laksamana TNI (Purn) Sudomo di hari tuanya. Di usianya yang ke-75, mantan Pangkopkamtib di era Soeharto justru menemukan hidupnya. ''Kalau orang lain berkata hidup dimulai umur 40 tahun, saya justru mulai umur 75 tahun,'' kata Sudomo saat ditemui di kediamannya yang sejuk di Pondok Indah, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bukan tanpa alasan bila penggemar olahraga golf ini berkata demikian. Dia mengaku hampir sebagian besar usianya dilalui dengan gundah dan gelisah. Salah satu penyebabnya karena sosok yang menghabiskan sebagian besar umurnya - 53 tahun di pemerintahan dengan berbagai jabatan -sebagai umaro ini pernah murtad. Itu semua menjadi penyebab jauhnya ketenangan dari hidupnya. ''Terus terang saja dan bukan rahasia umum, saya dulu kan murtad,'' kata Sudomo sambil tertawa. ''Dan celakanya semua itu saya lakukan tanpa pikir panjang dan memberi tahu orang tua,'' lanjutnya. Wajahnya berubah serius. Seiring waktu, Sudomo pun merindukan ketenangan hati dan kembali pada keyakinannya semula. ''Kasih sayang Allah pada hamba-Nya lebih luas daripada murka-Nya.'' Sudomo merasakan betul makna ayat itu. Waktu membawanya ke kota kelahirannya, Malang. Saat itu, bertepatan 22 Agustus 1997, ia melihat Masjid Al Huda di kompleks Kostrad Malang. Hatinya tersentuh. Diapun memutuskan untuk kembali. ''Itu peristiwa luar biasa. Nama masjid itu sendiri berarti petunjuk. Dan di situ saya mendapat petunjuk. Mungkin ini hikmah dari doa orang tua saya yang selalu berdoa agar saya kembali,'' kenang Sudomo yang tampak lebih gemuk. Ia baru saja keliling Eropa sebulan penuh. Peristiwa itu laiknya sebuah kelahiran bagi dirinya dan anugerah yang luar biasa dari Yang di Atas. ''Saya sangat senang diberi kesempatan bertobat. Bayangkan kalau saya meninggal sebelum bertobat bisa-bisa masuk neraka saya,'' ujarnya. Sebagai rasa syukur, tahun itu juga Sudomo menunaikan umrah pertamanya. Ibadah haji dia lakukan tahun berikutnya. Sampai sekarang sudah lima kali ia berumrah. Tahun ini Sudomo kembali menjadi tamu Allah bersama jutaan umat yang lain. Ia mengaku punya pengalaman aneh saat menjadi tamu Allah. Peristiwa tersebut dialami saat menunaikan ibadah haji 1998 dan 2002. Ketika tawaf Sudomo ingin berada sedekat mungkin dekat Ka'bah. Ia pun berdoa dan membaca Asmaul Husna. Tiba-tiba ia merasa Ka'bah sangat dekat dengan dirinya. ''Barisan orang yang sedang tawaf seperti terbuka begitu saja sampai-sampai ustadz saya mengikuti dari belakang mendekati Ka'bah. Alhamdulillah,'' kata Sudomo mengenang kejadian enam tahun silam. ''Doa di sana memang sangat mustajab,'' lanjut Sudomo. Setelah semua yang dilalui, Sudomo yang tetap rutin menyelam tiga bulan sekali, mengaku lebih tenang dan bahagia. Shalat lima waktu pun selalu tepat waktu dijalankan. Ia melakukan shalat Shubuh di Masjid Al Ihsan Kebayoran Baru tiap hari. Di situ ia berjumpa guru spiritualnya Mawardi Labai. Tentang hobi menyelamnya itu Sudomo mengaku membawanya semakin dekat dengan Allah. ''Saat kita di bawah, bersama dengan ikan warna-warni dan gugusan karang serta sinar matahari yang menembus ke bawah, Allah terasa semakin dekat,'' katanya puitis. Kini sebagian besar waktunya praktis digunakan untuk mempelajari dan mendalami agama, beribadah, beramal, serta sesekali berdakwah untuk kalangan terbatas. Sebuah yayasan, Husnul Khotimah ia bangun pada 1998 untuk mewadahi semua kegiatan. Sebuah desa kecil di Bogor, Cijayanti, menjadi ladang persemaian pertobatannya. Dengan selera humor yang tak pernah kering, Sudomo mengatakan bahwa apa yang ia lakukan kini tak lebih dari sebuah penanaman modal akhirat atau PMA. Semua kegiatan itu, menurutnya memberikan kebahagiaan yang tidak dapat diukur dengan materi yang belum pernah didapat sebelumnya. Terakhir, yang ingin dilakukan adalah menjadi ustaz. Saat ini apa yang dilakukan baru membawa dirinya seorang 'ulama' kependekan dari usia lanjut makin agresif. Dia mengatakan harus agresif dalam amal dan ibadah. (Dimuat harian republika edisi, Jumat 5 Juli 2002)

Monday, March 26, 2012

TUTUP RAMBUTMU

Sunday, February 19, 2012

SURAT MISI KRISTENISASI, APA BETUL ?

Saya mendapatkan email yang isinya cukup memprihatinkan jika ianya benar-benar berlaku. Boleh menjadi pemecah belah NKRI. Ummat Islam tidak perlu terpancing emosi dan hendaknya tetap berbuat baik dan bermanfaat untuk seluruh Rakyat Indonesia, untuk agama nusa dan bangsa. Isi email tersebut sebagai berikut:


SURAT MISI KRISTENISASI INDONESIA
===========================

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Tolong di share ke kawan yg lain ya, sesama muslim harus saling mengingatkan.

inilah suratnya :

PROKLAMASI PERNYATAAN DEWAN GEREJA INDONESIA ” MEGA PROYEK RENCANA KRISTENISASI DI INDONESIA “

Jakarta, 21 Mei 1998

Nomor : 013/SGT – CSIS/V/98…

Lamp. : 1 ( satu ) berkas

Sifat : SANGAT RAHASIA

Perihal : Rencana Kristenisasi di Indonesia

Kepada Yth :

1. Para pendeta PGI.

2. Para Pimpinan Wali Gereja.

3. Para Penginjil.

4. Ketua Umum G.M.K.I.

5. Ketua Umum P.M.K.R.I.

6. Para Ketua DEMA UKI.

7. Para Ketua DEMA Atma Jaya.

8. Para Ketua DEMA Sekolah Teologia Kristen Indonesia.

9. Para Jemaat PGI dan Wali Gereja yang terkasih.

10. Pimpinan Redaksi KOMPAS.

11. Pimpinan Redaksi SUARA PEMBAHARUAN.

12. Media Elektronika Radio / TV Swasta Afiliasi Kristen.

di Seluruh Indonesia

* Salam sejahtera dalam Kasih Tuhan, Jesus Kristus. Sebagai pernyataan rasa solidaritas Oikumene dan konsistensi serta eksistensi kita sebagai Ummat Kristiani di Indonesia, yang bergabung dalam wadah yang bernama ” C.S.I.S. ” dan ” SINAR GARUDA TIMUR “, maka kami pemimpin kedua wadah tersebut bergandengan tangan dalam Oikumene menyerukan kepada segenap Ummat Kristiani di seluruh penjuru Indonesia dalam menghadapi tantangan berat dalam masa Reformasi dari “Orang-orang Islam” yang nota bene menggangap kita minoritas.

* Setelah memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan orang-orang Islam di Indonesia baik yang menjadi Pejabat Tinggi Negara maupun pengusaha dan para ulamanya secara terus menerus ingin menghentikan perkembangan Kristen di Indonesia, apalagi mereka orang-orang Islam sudah mendominasi politik Golkar dan sudah mengendalikan Soeharto sehingga kegiatan mereka makin menjadi-jadi. Soeharto dan antek-anteknya sudah memilih pejabat-pejabat Islam lebih banyak daripada Kristen. Lebih-lebih dengan munculnya tokoh radikal Islam seperti Zainuddin MZ, Amin Rais, Nurcholis Madjid yang tergabung dalam ICMI. Hal tersebut rasanya menyulitkan kita untuk berkembang sebagaimana rencana kita 25 tahun silam. Namun demikian, nuansa baru telah tiba dengan adanya tuntutan REFORMASI dari para mahasiswa yang nota bene sangat menguntungkan kita dalam memperjuangkan kembali misi mulia kita yang sempat terhenti oleh antek-anteknya Soeharto.

Dalam era ini, kita harus manfaatkan dengan sebaik-baiknya tiap momentum sehingga reformasi tetap disuarakan oleh mahasiswa sampai tumbangnya Habibie dengan ICMI-nya. Saudara-saudara para gembala yang tergabung dalam Forum Reformasi Mahasiswa Kristen Indonesia (FRMKI), kita harus tetap berjuang dengan memboncengi unjuk rasa mahasiswa untuk agar tujuan kitra tercapai, “Kristen Jaya di Republik Indonesia” seperti periode awal era Soeharto. Sehubungan dengan momentum reformasi yang mulus ini, maka kami telah berkunjung ke Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk tentang misi kita dalam menjadikan agama Kristen sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia dan kalau perlu menghalangi dengan cara apapun untuk memecah belah antara Islam sehingga perkembangan Islam di Indonesia terhenti dan menjadikan mereka golongan minoritas seperti di Filipina, Bosnia, Kosovo, dll.

Dari hasil wawancara kami dengan pemuka agama Kristen Amerika yang duduk di Kongres Amerika dan pengusaha-pengusaha Kristen Amerika, mereka siap membantu kita dengan DANA dan TENAGA untuk menekan pemerintah Habibie sehingga rakyat makin menderita dan terus mengadakan reformasi, kalau perlu kita tiupkan nuansa REVOLUSI, yang nantinya akan dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh kita yang pernah menjabat dalam pemerintahan Soeharto, seperti Jendral Benny Moerdani, Mayjen TB Silalahi, Pak Soemarlin, Pak Radius, Pak Moey. Pak Sudrajat, Pak Frans Seda, Pak SAE Nababan, Pak Romo Sandyawan, Pak Mochtar Pakpahan, Pak YB Mangunwijaya, dan tokoh muda kita sdr. Budiman Sudjatmiko, dan sdr. Pius.

Misi mulia kita tetap satu. Kristenisasi Indonesia dalam waktu 25 tahun dengan cara apapun. CIA dalam hal ini turut ini membantu kita, seperti bantuan mereka pada negara-negara lain untuk

mengucilkan negara-negara Islam di seluruh Indonesia dan memecah belah persatuan dan kesatuan Islam. * Program Kristenisasi secara umum diadakan di seluruh dunia di negara-negara Islam dan negara-negara mayoritas Islam, untuk mewujudkan misi mulia sang gembala dalam mendamaikan dunia dalam Kasih Tuhan Jesus Kristus Juru Selamat. Bila Kristen telah menjadi agama mayoritas di seluruh dunia, dunia akan aman dan damai,. Untuk itu, kita harus bersatu dalam OIKUMENE NASIONAL. Dalam mengkristenkan orang-orang Islam di Indonesia. Terutama generasi muda (siswa dan mahasiswa).

Misi kita akan dipantau dan dibantu oleh Amerika dalam bentuk dana dan tenaga (CIA). Harus di upayakan agar misi kita tidak akan terbaca oleh mereka. Seakan-akan tuntutan reformasi murni dari orang-orang (mahasiswa dan pemuda) Islam. Insiden 12 Novemer 1991 di Dili dan peristiwa berdarah di Masjid Tanjung Priok merupakan bukti nyata kekuatan kita. Saudara seiman kita ” Xanana Goesmau ” harus segera dibebaskan agar dapat melanjutkan misinya dalam mengucilkan orang Islam di Dili. Jadi misi kita saat ini bermotifkan ” Reformasi Mahasiswa ” yang kita tumpangi secara tersamar dan ambil manfaat sebaik-baiknya agar tokoh-tokoh Islam tidak lagi mendapat simpati di hati rakyat Indonesia. Kita tonjolkan kedermawanan tokoh-tokoh Kristen untuk mendapatkan simpati rakyat. ” Daftar Hitam ” yang harus diperhatikan amtara lain: Prof. Habibie dengan ICMI-nya, Amin Rais dengan Muhammadiyah-nya, Gus Dur dengan NU-nya, Nurcholis Madjid dengan Islam radikalnya,
Emha Ainun Nadjib dengan Budaya Islamnya, Faisal Tanjung, Wiranto, Syarwan Hamid, Yunus Josfiah, dan rekan-rekannya. Tugas Utama kita yaitu mendukung Jendral Tri Sutrisno sebagai Presiden Priode mendatang, karena Pak Tri mudah dipengaruhi dan mudah dikendalikan. Juga orang-orang seperti Moerdiyono, Rudini, Emil Salim, Ali Sadikin, Sarwono, dan rekan-rekannya yang ambisi kekuasaan kita pegang mereka dan selanjutnya lakukan politik memecah belah mereka. Untuk itu tugas kita yang utama ialah menciptakan perselisihan dan pertengkaran antara orang-orang Islam fanatik dan Islam abangan sehingga terjadi perang saudara antara mereka, dengan memberikan sandang-pangan cuma-cuma, besiswa, anak asuh, pekerjaan yang dikelola oleh pengusaha Kristen Pribumi dan keturunan, seperti Sofyan Wanandi, dan Pak Yusuf Wanandi, Pak Salim Sudono, Pak Ciputra, Pak Usman Wibisono, Pak Eka Cipta, yang membantu misi mulia ini.

* Saudara-saudara seiman dalam kasih Tuhan Jesus Kristus, saudara-saudara harus ingat bahwa tugas kita ummat Kristiani adalah tugas mulia, dan harus dilaksanakan oleh setiap ummat Kristiani sejati sebagai wujud nyata kecintaan kita kepada sang Penebus kita, Yesus Kristus, pemberi terang dan tenteram bagi seluruh dunia. Kasih Jesus Kristus Juru selamat kita pasti diberikan kepada kita yang berada di garis terdepan dalam melanjutkan perjuangan Sang Gembala selama hayat kita. Sarana informasi sangat dominan dalam mempercepat upaya kita untuk mewujudlkan peselisihan diantara orang Islam dan menimbulkan kekacauan di masyarakat, sehingga bantuan MF tidak dapat digunakan. Kita manfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya, membonceng reformasi yang lebih keras dan lebih revolusioner sampai pemerintahan Habibie jatuh. Dalam hal ini, media cetak dan elektronika seperti Kompas, Suara Pembaharuan, dan media cetak Kristen lainnya sangat membantu, demikian juga TV
swasta yang berafiliasi kepada kita. Lemparkan isue-isue yang sifatnya menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada Habibie cs.

* Rencana selanjutnya yaitu media cetak dan elektronika harus dikuasai oramg-orang kita sehingga dengan leluasa dapat memutarbalikan fakta di masyarakat. Tujuan utama kita menjatuhkan pemerintah Habibie dan ICMI selama-lamanya dari bumi Indonesia. Untuk itu kaum intelektual, pengusaha, dan kaum muda kita, utamanya mahasiswa yang pegang peranan aktif dalam hal ini, teruslah berjuang dan kalau perlu pakai jilbab dan pakai kopiah, berikan salam untuk mengibuli mereka. Budayawan Kristen seperti Pak Chris Pattikawa dan teman-temannya, Ibu Ratna Sarumpaet dengan kawan-kawannya mengikut sertakan artis Islam dalam segala kegiatan untuk melunturkan fanatisme mereka terhadap Islam. Kawini orang Islam dengan tujuan merobah mereka menjadi kristen taat, contohnya Rina Hasyim. Ini tugas mulia kita . Kita harus kuasai pemerintah pusat maupun daerah dan ABRI, jabatan-jabatan penting harus dikendalikan oleh tokoh-tokoh Kristen agar memberikan fasilitas dan segala
kemudahan bagi orang Kristen untuk bekerja, sekolah, masuk ABRI, masuk universitas, kenaikan pangkat dan lain sebagainya sehingga suatu saat kita yang dominan di dalam pemerintah di pusat daerah ABRI contoh nyata yaitu Timor Timur, NTT/Kupang, Sulawesi Utara/Menado, dan Maluku/Ambon sudah dikuasi sehingga orang-orang Kristen dapat berkembang leluasa mendominasi orang Islam. Yang masih harus kita bantu yaitu Sulawesi Selatan, disana orang Kristen (Tanah Toraja) sangat berani dan taat. Agar segera berkembang dan mendominasi orang Islam. Sementara itu, Jakarta, Surabaya, Yogya, Semarang, dan Medan harus segera dikuasai. Proses nepotisme kita utamakan bagi orang-orang kita, bukan bagi orang Islam. Kita tiupkan nepotisme dan toleransi agama kepada pejabat Islam, sehingga tidak dipercayai dan diganti orang kita, Islam abangan, atau golongan nasionalis. Adalah mulia bila saudara-saudara kedepankan misi suci Kristus Penebus Dosa daripada kepentingan pribadi.

* Angkatan Bersenjata mutlak harus dikuasi karena ABRI merupakan tulang punggung negara. Momentum ini sangat baik bagi kita untuk memecah belah kalangan ABRI sehingga ABRI yang fanatik Kristen dapat mendominasi Angkatan Bersenjata. * Kita upayakan KB di kalangan orang Islam dengan berbagai cara, terutama informasi KB kepada ulama, kyai, santri, tokoh Islam, sehingga masyarakat Islam ber-KB. Kita sebagai orang Kristen dilarang untuk ber-KB karena itu menyalahi tugas mulia ya ng diemban oleh Yesus Kristus, Sang Penebus. Untuk menjalankan kebijaksanaan ini, maka sebagian besar dokter bidan, perawat, dan pegawai BKKBN haruslah orang-orang Kristen agar memudahkan KB mantap bagi pasangan-pasangan Islam. Selain Itu ummat kristiani harus mendirikan lebih banyak lagi Rumah Sakit di seluruh Indonesia untuk mencapai sasaran kita.

* Kita haus membantu perekonomian rakyat kecil dalam hal memberikan lahan kerja memberikan makanan cuma-cuma mengangkat anak asuh agar orang Islam abangan dapat mengikuti ajaran Kristus, membuat tempat ibadah di masyarakat Islam, menghidupkan judi, tempat pelacuran, bar-bar, memasok pil ektasi, bir, putaw, dll. agar digunakan oleh generasi muda Islam sehingga lambat laun akan mengganggu moral mereka dan menghilangkan fanatisme mereka terhadap Islam. * Posisi agama Kristen di bidang pendidikan sangat menetukan generasi mendatang Sarana pendidikan harus dikuasai oleh kita. Perbanyak SD, SMP SMU Universitas Kristen di seluruh Indonesia, dengan memasukkan ajaran Kristen penuh dalam

Kurikulum pendidikan di sekolah penting dalam jajaran Departemen Pendidikan dan Kebudayaan harus dijabat oleh orang Kristen fanatik dan memberikan fasilitas kepada siswa dan mahasiswa Kristen karena mereka adalah asset utama Agama Kristen di masa mendatang.

* Demikianlah secara singkat rencana Kristenisasi kita yang pernah tertunda di zaman rezim Soeharto, dan pada era baru ini, kita harus cepat dan tanggap dalam membaca situasi dan tetap berusaha mendeskriditkan Pemerintahan Habiibie dan tetap menuntut SI MPR dilaksanakan agar Pak Tri dapat menduduki jabatan Presiden RI demi kemajuan Kristen di Indonesia. Pemimpin-peminpin dari media cetak kita telah siap memberikan informasi dan tanggapan yang mendeskreditkan Habibie agar rakyat tidak mempercayainya lagi,. Untuk itu saudara-saudara harus turut membantu terutama kalangan intelektual budayawan, artis, tokoh muda , mahasiswa, siswa, dan semua gembala-gembala Yesus Kristus harus bersatu padu dalam OIKUMENE untuk mencapai cita-cita mulia kita. Mahasiswa harus tetap menjalankan unjuk rasa dan mengacaukan masyarakat. Daam hal ini pak Frans Seda, Pak Benny, Pak Romo Sadyawan, Pak Yacob Utama, Pak YB Mangunwijaya, Pak Mochtar Pakpahan, Ibu Ratna Sarumpaet, Pak
Saban Sirait, Pak SAE Nababan, Sdr. Budiman Sudjatmiko, dan Sdr. Pius, serta reformis-reformis Kristen lainnya. Sebagai pelopor utama reformasi akan mengacaukan dan mengambil alih kekuasaan orang-orang Islam dalam pemerintahan. Saudara-Saudara harus ingat pesan kami : JANGAN PERCAYA setiap orang sebelum yakin bahwa dia adalah KRISTEN sejati pengemban misi Yesus Kristus Sang Penebus Dosa. Upayakanlah agar informasi ini tidak sampai ke tangan yang TIDAK BERTANGGUNG JAWAB yang pada akhirnya akan mengacaukan misi mulia kita. Kami percaya bahwa ” Yesus Kristus ” selalu bersama kita dalam menegakkan keadilan dan kedamaian di dunia sesuai ajarannya Vini…….Vidi……..Vici…………………………… Salam Oikumene kasih kristus !

a.n. Dewan Pengurus SGT & CSIS ttd, Jend. Benny Moerdani, Drs. rans Drs. Sabam Sirait, Pdt. SAE Nababan, YB Mangunwijaya, Mayjend. TB Silalahi, Ratna Sarumpaet, Mochtar Pakpahan, Budiman Sudjatmiko. ——————–

Catatan : Surat ini benar dan aktual! Berasal dari seorang teman di Menado (Sulawesi Utara), lalu dikirim ke UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta), lalu disebarkan lagi kebeberapa kampus.

Lembaran yang ditangan anda ini adalah salinan dari Sdr. M. Sohir (Mahasiswa Institut Agama Islam Al Ghurabaa’ Rawamangun Jakarata Timur ). Disalin sesuai Aslinya. Lembaran ini agar diperbanyak dan dibagikan kepada MAHASISWA ISLAM ! Jika Saudara masih meragukan kebenaran surat ini, silahkan hubungi: 1. Abba Taher Lamatapo ( Universitas Muhammadiyah Jakarta ) Telp.7470.93282.

Mohammad Sohir (Fak. Tarbiyah Institut Agama Islam Al Ghurabaa’) telp= 489.0055

Setelah membaca surat ini, marilah kita tingkatkan kewaspadaan kita terhadap makar para musuh-musuh Allah mari kita galang persatuan dan kesatuan DALAM ISLAM Ingat tanpa ISLAM cita-cita reformasi mustahil tercapai.

TTD

( Mohammad Sohir ) mahmud mustain

Research Student Dept. of Geology University of Leicester

Tel. 0116 252 5282 (Geophysic Lab.)

Thursday, December 1, 2011

MANTAN PASTOR MALAYSIA

Tuesday, November 29, 2011

KENAPA BANYAK ILMUWAN YANG MASUK ISLAM

Monday, November 28, 2011

KEBANYAKAN MANUSIA HANYA BERDASARKAN SANGKAAN SAJA DALAM MEYAKINI SUATU KEPERCAYAAN

Allah SWT memberi peringatan di dalam al Quran yang bermaksud : "Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan (Q.S. Yunus 10: 36).
Tidaklah mungkin al Quran ini dibuat oleh selain Allah, tetapi (al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. (Q.S. Yunus 10: 37).
Atau (patutkaj) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya". Katakatanlah :"(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka coba datangkan sebuat surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar". (Q>S> yunus 10: 38).

Monday, October 10, 2011

JESUS TOLD ME TO CONVERT TO ISLAM

132 ORANG AMERIKA MASUK ISLAM

Sunday, September 11, 2011

MAKHLUK HALUS DAN MAKHLUK KASAR

Allah SWT sengaja menciptakan makhluk kasar seperti manusia, hewan dan lain-lain yang bisa dilihat oleh kesat mata, dan juga menciptakan makhluk halus seperti Jin, Iblis, dan Malaikat yang tidak bisa dilihat oleh kesat mata tetapi diyakini keberadaannya.

Di antara hikmah diciptakannya makhluk halus adalah untuk menunjukkan bahwa mata mempunyai keterbatasan kemampuan melihat. Jika mata biasa tidak mampu melihat makhluk halus maka amat mustahil manusia melihat Sang Pencipta makhluk-makhluk tersebut.

Kita hanya meyakini bahwa Allah Sang Pencipta makhluk memang wujud dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sayangnya banyak orang yang tidak bisa membedakan antara makhluk halus dan Tuhan. Maka tidak sedikit orang tersesat disebabkan hal-hal yang pelik yang disebabkan oleh makhluk-makhluk halus. Maka perasaan takut inilah banyak orang menyembah berhala, menyembah pohon besar yang mengerikan, meminta bantuan kubur, menyembah api, menyembah syetan dan sejenisnya. Na'udzubillah. Mudah-mudahan kita dijauhkan daripada perkara-perkara yang menyesatkan. amin.

Marilah kita sama-sama berdoa semoga Allah membuka hati kita dan menunjukkan kita ke jalan yang lurus dan benar. amin.

Hidup hanya sekali hiduplah yang berarti.

Wednesday, September 7, 2011

AL QURAN MERUPAKAN SALAH SATU MU'JIZAT YANG BISA DISAKSIKAN SEHINGGA HARI QIAMAT

Banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Kitab Al Quran adalah sebuah mu'jizat sepanjang zaman. Diantara tanda-tanda tersebut adalah:
1. Dari segi makna, al Quran senantiasa sesuai dengan zaman dari dulu sehingga kini dan akhir zaman.
2. Dari segi bahasa al Quran mengandung makna yang mendalam yang hanya dapat dirasa oleh para pakar sastra Arab dari zaman diturunkan sehingga kini dan akhir zaman.
3. Dari segi keaslian, al Quran ditulis tidak tercampur dengan sabda Nabi Muhammad s.a.w, bahkan ketika itu adalah larangan keras menulis dari Nabi Muhammad s.a.w selain al Quran. Dan sesiapa yang menulis dari Baginda Nabi s.a.w. selain al Quran diancam akan menempati neraka.
4. Banyak para penghafal al Quran setebal 30 juz di seluruh dunia meskipun mereka bukan orang Arab bahkan banyak yang tidak mengerti bahasa Arab. Suatu hal yang mustahil bagi seseorang yang menghafal sebuah kitab selain al Quran tanpa memahami bahasanya.
5. Tidak masuk akal seorang hamba Allah (Nabi Muhammad s.a.w.) yang tidak tahu baca tulis dapat mengumpulkan ayat-ayat setebal 30 juz tanpa kesalahan tata bahasa dan kesalahan makna. Berarti Al Quran adalah Sebuah Kitab Suci yang asli yang diturunkan oleh Allah kepada Utusannya yang bernama Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam.
Inilah antara tanda-tanda yang menunjukkan kemu'jizatan al Quran. Allahu a'lam

ANDA PUN BOLEH MEMAHAMI DAN MASUK ISLAM DENGAN SUKA RELA TANPA PAKSAAN

Jika anda tertarik dengan Islam, anda tidak perlu segan-segan terus mempelajari Islam dan masuk Islam maka secara otomatis anda telah bergabung dengan saudara Islam sejagat yang sama-sama mempunyai satu Tuhan yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala. Tuhan yang benar-benar Esa, tidak mempunyai anak dan tidak diperanakkan. Jika anda masuk Islam maka anda bisa disebut saudara baru bagi ummat Islam yang lain.
Ummat Islam merupakan satu bangunan yang kokoh yang sebenarnya sangat kuat ikatannya tidak melihat perbedaan warna kulit dan perbedaan bangsa. Itulah indahnya Islam. Dalam Islam semua manusia sama rata. manusia yang dianggap paling mulia adalah manusia yang paling bertaqwa kepada Allah.
Islam menghormati umat yang lain melainkan jika ummat Islam merasa ditindas dan dianiaya. Tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam. Oleh itu diperlukan kesadaran penuh dan kajian yang mendalam untuk memeluk agama Islam yang indah ini.

Tuesday, August 30, 2011

ISLAM MENGANJURKAN UMMATNYA KUAT DAN BAIK

Islam tidak menggalakkan ummatnya meminta-minta atau mengemis. Bahkan banyak ayat dan hadist Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam yang menganjurkan ummatnya bersedekah dan memberi. Diumpamakan orang yang bersedekah bagaikan orang yang menanam sebuah biji sawi yang akan tumbuh tujuh tangkai dan setiap tangkai terdapat seratus biji sawi. Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Salah satu rukun Islam adalah mambayar zakat. Orang yang memberi zakat adalah orang yang kuat ekonominya. Maka secara tidak langsung ummat Islam dianjurkan menjadi orang yang kuat ekonominya alias orang kaya. Begitu juga dengan ibadah haji salah satu rukun Islam yang memerlukan banyak biaya dan perbelanjaan.
Akhlak yang baik adalah anjuran Islam. Bahkan amal baik selalu dikaitkan dengan perkataan Iman. Seakan-akan perkataan Iman dan Amal Sholih tidak pernah terpisah. Ummat Islam dianjurkan agar meniru Nabinya Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wa sallam. Akhlak Nabi s.a.w adalah al Quran.
Beliau semasa hidupnya adalah seorang yang pemaaf dan berakhlak mulia. Pernah diludahi, pernah dilempari batu, pernah hampir dibunuh, tetapi baginda adalah seorang yang pemaaf. Bacalah sejarah Nabi Muhammad s.a.w. dari sejak lahir sehingga wafatnya dari sumber yang asli bukan dari sumber yang sengaja memburuk-burukkan beliau tanpa penyelidikan dan kajian kebenarannya.
Islam menganjurkan ummatnya agar senantiasa mencari ilmu agar tidak jahil. Ayat yang pertama kali turun adalah ayat "Bacalah...Bacalah !"
Maka kalau ada ummat Islam yang sengaja kerja mengemis saja, malas, jahat dan bodoh" sesungguhnya itu bukan dari ajaran agama Islam.

AGAMA ISLAM SESUAI DENGAN FITRAH MANUSIA

Sesuai dengan fitrah seperti:

1. Boleh kawin karena sudah menjadi fitrah manusia ingin melampiaskan nafsu birahinya.
2. Boleh Cerai walaupun tidak disukai oleh Islam. Karena terkadang ada pasangan suami isteri yang semakin tersiksa jika agama sama sekali melarang bercerai dan tidak ada jalan keluar. Pernah seorang suami dan isterinya hidup bersama bertahun-tahun tetapi di kamar yang berlainan dan tidak ada saling komunikasi antara mereka karena bercerai dilarang di dalam agamanya.
3. Boleh berpoligami jika suami cukup syarat dan mampu serta berlaku adil. Ini adalah jalan keluar yang paling baik dibandingkan dengan zina dan terlahirnya anak yang tidak mempunyai ayah yang shah. Juga untuk membantu menyelesaikan masalah kelebihan jumlah wanita dan para janda yang ditinggalkan oleh para suami yang shahid jika terjadi peperangan yang tidak diinginkan. Jika poligami dilarang, maka akan lebih banyak mudharat dan masalah yang timbul di dalam sebuah masyarakat.
4. Boleh kaya termasuk pemuka agamanya dan mengeluarkan zakat dan sedekah untuk membantu mereka yang kurang bernasib baik. Dalam Islam tidak dianjurkan meminta dan mengemis meskipun halal.

Selamat Hari Iedul fitri 1432 H, semoga kembali ke Fitrah yang sejati.

INDAHNYA ISLAM DI HARI RAYA

Hari Raya yang dianjurkan oleh Islam kepada ummatnya bergembira dan merayakannya adalah Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.
Hari Raya dalam Islam dianjurkan kepada ummatnya agar tetap bersyukur dan membesarkan nama Allah dan beribadah, bukan untuk bermabuk-mabukan ataupun berbuat maksiat. Di sinilah indahnya agama Islam. Kegembiraan dalam kesederhanaan dengan tetap memuji dan membesarkan Allah Tuhan Yang Maha Besar.
Allahu akbar ...Allahu akbar...Allahu Akbar (Allahu Maha Besar...Allah Maha Besar...Allahu Maha Besar).
Shalat 'Ied atau Shalat Hari Raya bisa dilakukan di mana saja bahkan di lapangan yang luas dan terbuka. Betapa agung dan sederhananya agama Islam.

Friday, August 12, 2011

ORANG ISLAM TIDAK PERLU DIMUSUHI

Pada dasarnya orang Islam itu baik-baik karena berbuat baik adalah ajaran agama Islam. Tetapi kalau mereka dimusuhi dan ditindas maka kemungkinan mereka akan melakukan kekasaran dan kekasaran bahkan rela mengorbankan dirinya karena mereka beranggapan akan mati syahid yang dijamin masuk sorga karena mempertahankan agamanya. Maka usahakanlah janganlah sampai mereka merasa ditekan dan dizalimi.
Orang Islam mudah diajak kerjasama asalkan keyakinan agamanya dihormati dan dihargai.
Tidak sedikit orang telah yang memusuhi Islam akhirnya malah mendapat hidayah dan masuk Islam dan menjadi Pejuang Islam. Lihatlah bagaimana sejarahh Umar bin Khottob, Sofyan bin Affan, seorang hamba yang berhasil membunuh sayyidina Hamzah yang akhirnya masuk Islam.
Hargailah dan hormatilah keyakinan ummat Islam. Insya Allah mereka akan menjadi ummat yang baik terhadap anda.

Friday, August 5, 2011

KEMURNIAN KEESAAN TUHAN JELAS DI DALAM AL QURAN

Pernyataan bahawa Tuhan itu Esa. Benar-benar Esa. Satu ya satu tanpa diotak-atik menjadi lebih dari satu. Inilah menunjukkan Satu yang murni SATU . Allah Tuhan Yang Maha SATU. Dalam surah al Ikhlas dari ayat 1-4, Allah berfirman yang bermaksud:

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
4. dan tidak seorangpun yang setara dengan Dia.

ISA ALAIHISSALAM DI DALAM AL QURAN DAN KEMURNIAN KEESAAN TUHAN DALAM ISLAM

Isa alaihissalam diterangkan di banyak tempat di dalam al Quran karena banyaknya orang tersesat dan hanya ikut-ikutan kepada nenek moyangnya tanpa berfikir dan mencari kebenaran keyakinannya selama ini. Antara ayat yang menerangkan tentang Isa alaihissalam adalah ayat 72-75 surah al Maa-idah:
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "sesunguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesunggunya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (72)
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (73)
Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (74)
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana merka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (75)

Tuesday, December 1, 2009

PERTANYAAN-PERTANYAAN SUKAR DIJAWAB

Saya mendapatkan email yang berisi antara lain sebagai berikut:

Sebelas Pertanyaan dari buku Ustad H. Insan LS Mokoginta(Bekas Katolik) :

Hubungi no ini untuk menjawabnya : +62815 8787 627


1.. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?

2.. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?

3.. Pernahkah Yesus Mengatakan:
"Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja"
4.. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?

5.. Pernahkah Yesus Mengatakan:
"Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya"

6.. Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia???

7.. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat dijamin "pasti masuk surga"

8.. Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?

9.. Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan
perintah merayakannya!!


10.. Buktikan siapa yang hapal Alkitab walau satu surat saja di luar kepala!

11.. Mana bukti ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis demikian:
"Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati
pada hari ketiga" dalam kitab Taurat Musa, Kitab Nabi-Nabi dan Kitab Mazmur

Tuesday, October 21, 2008

ANAK PADERI MASUK ISLAM

Kisah Farhan (Kisah Perjalanannya
Masuk Islam)Nama saya Farhan Bin Abdullah. Nama asal saya sewaktu beragama
Kristian ialah Johanis. Saya dilahirkan di bumi Sabah dalam
keluarga Kristian. Bapa saya seorang KETUA PADERI yang menjaga 15 buah gereja
di satu kawasan di Sabah .Saya dilatih oleh bapa saya untuk menjadi seorang
paderi. Sejak mula PBS bawah Datuk Joseph Pairin Kitinggan usaha kami
mendapat sokongan penuh negeri! Kumpulan saya masuk ke kampong dalam berbagai
program. Selalunya program khidmat masyarakat. Pihak gereja selalunya
membekalkan wang tunai sekitar RM50,000!!!Berbagai aturcara dibuat untuk
membantu orang
kampong. Kami ziarah rumah ke rumah. Tanya masalah mereka dan
bantu mereka. Berbagaimasalah diluahkan. Ada kami bantu dengan duit secara
spontan. Ada kami hantar keperluan harian, pakaian dan buku sekolah dan
sebagainya.Dengan cara ini kami mendekati mereka. Hasilnya dengan beberapa
kali kunjungan susulan, kami berjaya mengkristiankan mereka. Paling berbaloi
kami mengkristian remaja Islam, tambah berbaloi dari kalangan intelek.
Hasilnya kami dapat RM3,000 setiap seorang Islam yang dimurtadkan! Bayangkan
pendapatan saya ketika masih dialam Persekolahan. Sewaktu Tingkatan 3 saya
dan beberapa rakan mengambil m/pelajaran Agama Islam yang boleh dipilih
dengan lukisan(betapa hinanya m/pelajaran ini setanding dengan lukisan).
Saya mendapat A-3. Sewaktu tingkatan 4 saya belajar di sekolah asrama penuh.
Saya terus ambil pelajaran Agama Islam.Tujuan saya untuk tahu mengenai Islam
dan memudahkan saya menyebarkan agama kristian.
Saya mempunyai beberapa soalan yang saya kira tidak mampu dihuraikan oleh orang Islam.Pada suatu hari sewaktu tingkatan Enam bawah, saya bersemuka dengan Ustaz yang mengajar saya(saya panggil cikgu). "cikgu saya ada beberapa soalan, tapi saya rasa
tak sesuai dikelas ini, boleh ke saya ke rumah cikgu..." Ustaz itu
bersedia.
Lalu saya bersama beberapa rakan ke rumah ustaz itu.Saya katakan "cikgu saya mahu berdialog secara ilmiah, bukan atas nama Islam,agama cikgu dan bukan atas nama Kristian,agama saya". sayakemukakan beberapa persoalan,
antaranya;-

- Mengapa orang Islam sembah Kaabah
-Sebenarnya semua agama sama sahaja. Nasrani, Yahudi, Kristian dan Islam
adalah agama langit.
-Mengapa diakhir zaman, Nabi Isa akan turun bersama Imam Mahadi membebaskan
kezaliman dan kekacauan dan bukannya Nabi Muhammad.
-Mengapa dalam sejarah dan hingga kini orang Islam suka peperangan.
-Injil sekarang dikatakan diseleweng. Kalau begitu mana yang asalnya. Yang menghairankan ustaz ini dapat menjawab pertanyaan saya dan kawan- kawan dengan begitu ilmiah. Saya dan kawan -kawan mati akal. Kemudian saya dibebani dengan 3 persoalan yang tidak mampu saya menjawab secara tepat.
- Apakah boleh manusia(paderi) mengampunkan dosa manusia lain.
-Persoalan ketuhanan 3 dalam 1 dan 1 dalam 3
- konsep ketuhanan Jesus.Saya mengatur pertemuan ustaz saya dengan beberapa orang
paderi, kawan-kawan bapa saya. tetapi mereka enggan. Lalu saya bawa ustaz ituke rumah saya dan bertemu bapa saya seorang ketua paderi. Ternyata bapa saya juga tidak mampu menjawab persoalan yang dibawa oleh ustaz itu. Sebaik ustaz itu pulang, bapa saya memarahi saya kerana bawa 'orang malaya' datang ke rumah.Sejak itu beberapa kali saya tidur rumah ustaz itu. Disamping mengulangkaji saya gemar berdialog dengan ustaz itu. saya memerhatikan kehidupan ustaz tu, saya mengagumi cara hidupnya. Suatu malam saya bermimpi didatangi 3 orang berjubah. Seorang berjubah hitam membawa salib. Seorang
berjubah putih membawa bendera bertulisan jawi. Dan seorang berjubah hijau yang meminta saya membuat pilihan.Yang berjubah hitam dan berjubah putih
saling menarik saya mengikuti mereka. Saya meronta-ronta. Disamping itu saya
dapati yang berjubah hitam semakin tengelam dan yang berjubah putih semakin
tinggi. Sedang saya meronta-ronta, saya terjaga.Saya mendengar suara azan
dan ustaz tadi berada ditepi saya dan berkata, "mengapa Johanis....awak mengigau.... "Saya pegang tangan ustaz itu, saya katakan,"Cikgu Islamkan saya........ .".Ustaz itu minta saya bersabar untuk dia uruskan dengan pihak tertentu. Tidak lama selepas itu saya pun di Islamkan oleh Ustaz itu.Selesai pengIslaman saya, saya pulang ke rumah. Sampai di rumah, saya lihat pakaian saya bertabur di luar rumah. Rupanya bapa saya telah tahu! Sebaik melihat saya, bapa bergegas masuk dan keluar semula dengan mengacu senapang ke arah saya. Tiba-tiba emak menerkam dan peluru senapang meletup keatas.Saya segera meninggalkan rumah sehelai sepinggang. Tinggalkan keluarga saya. Tinggalkan sekolah. Saya bersembunyi sekejap rumah ustaz sebelum saya dibawa oleh ustaz pulang ke semenanjung sebaik habis kontrak mengajar di Sabah . Saya diserahkan kepada PERKIM di Kuala Lumpur . Secara kebetulan rakan saya Nazri,vokalis kumpulan Raihan juga memeluk Islam, tetapi mengikuti kumpulan Ar-Arqam. 2 lagu dalam album pertama kumpulan Raihan adalah saduran lagu koir yang kami nyanyikan dalam gereja sewaktu di Sabah dulu.. 6 tahun saya di PERKIM. Saya masuk pula Maahad Tahfiz. Alhamdulillah! Saya dapat sijil Al-Hafiz selepas 3 tahun. Kemudian saya bekerja dengan Jabatan Agama Islam.
Saya banyak masuk kawasan di Negeri Sembilan, Melaka dan Pahang. Tak sampai
setahun saya letak jawatan. Saya sedih kerana ramai pendakwah ini nak berdakwah pun merungut duit over time. Saya rasa tiada keiklasan. Biarlah saya jadi pendakwah bebas. Saya ingin membilas dosa lalu. Saya telah ramai memurtadkan orang...kini saya mahu berjuang untuk mengIslamkan seramai mungkin dengan Kualiti bukan Kuantiti saja!Berbalik kisah keluarga saya. Selepas meninggalkan rumah dan belajar di PERKIM saya selalu telefon ayah, emak dan adik beradik saya. Saya katakan jangan bencikan saya. Saya sayang ayah. saya sayang emak. saya sayang adik beradik saya. Ayah dan emak tetap ayah emak saya dunia dan akhirat.Walaupun ayah menyambut dingin suara saya,saya hantarkan buku-buku yang sesuai menerangkan tentang Islam. 7 tahun saya
telefon. 7 tahun saya hantar surat dan buku-buku. saya menangis kerana rindukan ayah, emak dan adik beradik. Akhirnya, sewaktu saya di Maahad Tahfiz, bagaikan halilintar saya mendapat berita...... .. Ayah saya menganut Agama Islam!Allah saja yang tahu perasaan saya ketika itu. Saya menangis dan menangis. Saya ambil wuduk dan sujud syukur. Air mata saya menjadi terlalu murah....saya terus menangis...saya pejamkan mata...saya bayangkan ayah
dihadapan... saya peluk erat tubuh ayah dan kami menangis bersama..... ...Ya
Allah betapa agungnya kekuasaanMu. ...Peristiwa yang saya alami sewaktu memeluk Islam turut dirasai oleh ayah saya. Dia dihalau dari rumah yang diberi oleh pihak gereja. Kini saya pendakwah bebas. Saya sedih melihat umat Islam hari ini berpecah. Kita berpecah kerana kita meninggalkan Quran dan Sunnah Rasul. Kita ambil sebahagian dan kita tinggalkan sebahagian.Kita ambil contoh pelaksanaan hukum Hudud dan Qisas. Mengapa kita cari jalan nak menentang pelaksanaanya? Sepatutnya kita cari jalan supaya dapat dilaksanakan. Inilah sikap umat Islam.Saya pernah berdialog dengan beberapa orang pensyarah universiti tentang isu Hudud & Qisas. Dia boleh sergah
saya,"You apa tahu.. Islampun baru setahun jagung....."Saya sedih dengan sergahan
pensyarah itu. Kalau ini sikap pendakwah... ....Saya tak akan masuk Islam.Tapi saya pilih Islam kerana saya tahu Apa itu Islam!!! Kerana itu saya ajak menghayati Islam.Saya kumpulkan semula kawan-kawan masa Kristian dulu. Saya berdialog tentang Islam. Saya kumpulkan derma untuk tujuan dakwah ini, untuk bergerak perlukan wang. Saya diancam oleh puak Kristian. saya juga diancam oleh umat Islam!!!Apa tauliah awak , mana kebenaran Jabatan Agama,mana permit polis, sapa benarkan pungut derma dll. Saya tak gentar berdialog dengan puak Kristian, kerana saya ada pengalaman tapi sukarnya bila Umat Islam sendiri menyulitkan saya. Marilah kita awasi dakyah Kristian. Satu usaha yang agak ketara ialah Di IPT. Pendakyah ini mendekati kaum muslimah,pura-pura belajar slam....jatuh cinta...lalu dimurtadkan. ..pura pura
....dimurtadkan.Saya sudah pergi banyak IPT. Saya paling bimbang di Universiti Putra Malaysia (UPM) !!! Itulah satu-satunya Universiti yang ada gereja. Gereja ini antara yang aktif untuk memurtadkan orang Islam!!!Saya nak nasihatkan kalau ada saudara kita terminum 'Holly Water'.Sebenarnya air ini dibuat di Vatican City . Dijampi oleh paderi termasuk Pope John Paul yang jemput Perdana Menteri kita dulu. KALAUTERMINUM, cari air kolah dari 3 masjid. Baca Al-Fatihah 1x, Yasin 1x, 3 Qul 1x, dan Selawat. Ambil sebahagian buat minum dan sebahagian buat mandi.InsyaAllah mereka akan sedar
dan dapat diselamatkan. insyaAllah!

Sunday, May 18, 2008

CONVERT TO ISLAM

Anda bisa menyaksikan juga beberapa orang Barat yang masuk Islam dalam lama web berikut ini:
http://turntoislam.com/
Selamat menyaksikan

TASLIM MASUK ISLAM MESKIPUN BANYAK BERITA NEGATIVE TENTANG ISLAM

Seorang Pemuda yang tetap bertekad memilih Islam sebagai agama yang diyakini dan memberi ketenangan dalam hatinya.
Anda boleh menyaksikan pengakuannya di dalam tayangan TV PEACE dalam laman web berikut:
http://www.youtube.com/watch?v=7lwKAX7ex2U
Selamat menyaksikan.

Wednesday, May 14, 2008

KARIMA KRISTIE BURNS MASUK ISLAM KARENA TERTEGUN DENGAN TULISAN ARAB

Hidayatullah. com--Karima Kristie Burns, MH, ND nama lengkapnya. Karima (39) dikenal sebagai perempuan dengan banyak bakat. Ya sebagai editor, penulis, guru, dan juga pakar herbalis. Di dunia herbalis dia sangat dikenal lewat konsultasi online di website Herb'n Muslim yang dikelolanya sejak 1994. Sejak masuk Islam, dia membuka usaha Herb'n Muslim yang dikenal dengan teknik penyembuhan alami dan islami. Dia juga telah menulis lebih dari 120 artikel kesehatan yang bisa didownload via websitenya itu. Karima menghabiskan separuh hidupnya di Midwest, Iowa (AS), tempat dia dibesarkan. Dan separuhnya lagi di kawasan Timur Tengah (Mesir dan Arab Saudi).
Karima mulai tertarik dengan metode penyembuhan alami justru ketika berupaya menyembuhkan dirinya sendiri yang mengidap penyakit asma, alergi, mudah panik, depresi, dan beberapa penyakit bagian dalam lainnya. Kala itu dia mencoba dengan terapi alami dan bantuan tumbuh-tumbuhan. Dia berkeliling hingga ke Mesir guna mencari berbagai informasi berkenaan penyembuhan tradisional. Dari kegigihannya itu, dia bahkan berhasil memperoleh gelar formal master of herbalist dan doktor bidang naturopathic tahun 1996 dari Trinity College di Dublin, Irlandia. Naturopathic adalah teknik pengobatan alamiah yang meresepkan herbal untuk para pasiennya. Namun tak banyak yang tahu, ketertarikan Karima kepada Islam justru ketika berkunjung ke Spanyol. Dia mengaku terkagum-kagum dengan tulisan Arab di Istana Al-Hambra di kota Granada. Istana itu sendiri dulunya bekas mesjid hingga bekas kaligrafinya masih ada. Berikut penuturan Karima yang disadur dari beberapa sumber.
***
Kenal Islam di Spanyol
Karima Burns awalnya adalah seorang mahasiswi program sarjana studi kawasan Arab di Universitas Iowa, AS. Karima mengaku Islam hadir di hatinya berawal dari membaca rangkaian tulisan ayat suci Al-Quran dalam rangka penyelesaian tugas kuliahnya. Dan dia tak kuasa menghindar dari bisikan hati itu.
Ceritanya, satu ketika dia dan teman-temannya mengadakan studi tur ke Granada, Spanyol. Granada merupakan salah satu bekas kawasan yang pernah dikuasai Islam selama hampir tujuh abad. Kala itu dia sedang duduk-duduk di Istana Al-Hambra. Istana itu dulunya adalah mesjid. Karima takjub melihat jejeran tulisan di dinding gedung tua itu. Baginya itulah tulisan terindah yang pernah dia lihat.
“Bahasa apa itu?” tanyanya pada salah seorang turis Spanyol. ”Bahasa Arab,” sahut turis lokal itu. Hari berikutnya, tatkala pemandu wisata menanyakan buku panduan dalam bahasa apa yang dia inginkan, Karima menjawab spontan bahasa Arab.
"Apa, bahasa Arab? Anda bisa bahasa Arab?" tanya si pemandu terkejut.
"Tidak, tapi tolong berikan juga yang dalam bahasa Inggris," sahut Karima.
Di akhir tour tas Karima penuh dengan buku-buku petunjuk wisata dari tiap-tiap kota yang dia singgahi di seluruh Spanyol. Dan semuanya dalam bahasa Arab!
“Tas travel saya sudah terlalu penuh hingga saya bermaksud membuang beberapa potong pakaian dan beberapa barang lainnya agar tasnya bisa muat. Namun, untuk buku-buku bahasa Arab rasanya berat untuk ditinggalkan. Buku-buku itu ibarat emas bagi saya. Saya sering membolak-balik halamannya tiap malam. Kata per kata-nya saya amati dengan seksama. Huruf-hurufnya juga unik, beda dengan huruf latin biasa. Saya membayangkan andainya saja bisa menulis dengan huruf yang demikian indah itu. Waktu itu saya punya pikiran pasti akan sangat berharga jika bisa mengetahui bahasa Arab ini. Saya pun berniat dalam hati untuk belajar bahasa ini. Ya satu saat nanti kala kembali ke kampus di musim gugur,” tukas Karima.
Mencari jawaban
“Ketika itu ada sekitar dua bulan saya meninggalkan keluarga di Iowa untuk mengikuti tour sepanjang kawasan Eropa ini. Sendirian pula. Kala itu usia saya baru 16. Makanya saya kepingin jalan-jalan dulu sembari “melihat dunia”. Itu alasan yang saya katakan pada keluarga dan kawan-kawan. Tapi sebenarnya saya sedang mencari jawaban atas konsep Kristen yang sudah lama saya pendam. Saya meninggalkan gereja (baca: Kristen -red) persis beberapa bulan sebelum berangkat ke Eropa dan belum bisa menentukan pilihan (agama) lain. Saya merasa belum mendapatkan apapun dengan apa yang telah saya pelajari selama ini. Sampai kini pun belum mendapatkan alternatif-alternat if lain,” ungkapnya.
“Tempat dimana saya dibesarkan, yakni Midwest, sebenarnya sangat cocok buat saya. Misalnya hal keyakian, tidak ada yang perlu dipusingkan disana. Mau jadi bagian dari gereja silahkan. Tidak, ya juga ndak masalah. Tapi karena itu pula saya tidak punya gambaran agama lain yang bisa dijadikan alternatif. Makanya ketika ada waktu keliling Eropa saya berharap bisa berjumpa dengan “sesuatu” yang lain itu,” imbuhnya.
“Di gereja tempat kami tinggal, kami hanya boleh melakukan ibadah untuk Yesus dan menyandarkan segala sesuatu padanya agar bisa menyampaikan pesan kepada Tuhan. Secara intuitif saya merasakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan dogma itu,” kata dia.
“Saya kala itu dengan patuh pergi ke gereja tiap hari minggu dan sangat serius dengan apa yang saya pelajari tentang kejujuran, murah hati dan saling berkasih sayang. Tapi ada yang bikin saya bingung tatkala melihat jamaag gereja. Sikap mereka tampak begitu beda selama satu hari itu. Apakah Cuma sehari dalam sepekan bersikap jujur, murah hati dan kasih sayang? Apakah mereka cuma bahagia di hari minggu saja? Aku mencari-cari di beberapa buku panduan, namun tak menemukan apa-apa. Ada hal tentang 10 perintah Tuhan yang meliputi hal-hal yang sudah nyata sekali seperti larangan membunuh, mencuri dan berbohong. Uniknya, orang-orang ke gereja seperti tak ada etiket. Misalnya, sejauh yang saya tahu, banyak yang pakai rok mini ke gereja. Ironisnya lagi, ada juga dari mereka pergi ke sekolah minggu hanya karena ada cowok ganteng disana,” tukas Karima.
Kitab Bibel aneka versi
Satu hari Karima berkunjung ke rumah salah seorang dosennya. Disana dia melihat beberapa kitab Bibel tersusun rapi di rak lemari si dosen. “Saya tanya apa itu. Dosennya menjawab bahwa itu kitab Bibel dalam berbagai versi. Saya sebenarnya tak mau mengganggunya dengan pertanyaan seputar Bibel dalam aneka versi itu. Tapi makin dipendam makin sangat mengganggu pikiran. Saya beranikan diri mengamati beberapa dari Bibel itu. Saya terkejut. Memang ada yang benar-benar beda satu versi dengan versi lainnya. Bahkan ada beberapa bab yang tidak sama dengan Bibel kepunyaan saya. Kala itu saya benar-benar bingung. Bahkan mulai timbul perasaan bimbang,” katanya-
Ikut kelas bahasa Arab
Selepas tur Eropa Karima kembali ke kampus dengan perasaan kecewa sebab tak menemukan jawaban yang diharapkannya. Akan tetapi dengan keinginan yang begitu besar akan sebuah bahasa, Karima mengaku tertarik untuk mempelajari bahasa Arab. “Ironis ya, mendapat secercah jawaban yang saya cari-cari justru di dinding istana Al Hambra. Setelah pulang dari Spanyol, butuh dua tahun bagi saya untuk merealisasikan semua itu (masuk Islam-red),” ujarnya.
“Hal pertama sekali yang saya lakukan kala aktif kembali di kampus adalah mendaftar kelas bahasa Arab. Saya amati tampaknya kelas itu tidak begitu diminati. Entah kenapa. Buktinya peserta yang mendaftar cuma tiga. Saya dan dua mahasiswa lainnya. Tapi saya tak ambil pusing,” kata dia. Karima pun langsung tenggelam dengan pelajaran bahasa Arab. Rasa ingin tahunya sangat tinggi, hingga sang dosen takjub melihatnya.
“Saya kerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan pulpen khusus untuk menulis huruf kaligrafi. Bahkan seringkali saya pinjam buku-buku dalam bahasa Arab dari dosen hanya untuk melihat huruf-huruf Arab yang ada dalam buku itu. Memasuki tahun kedua di universitas, saya putuskan untuk memilih bidang Studi Timur Tengah. Jadi dengan begitu bisa fokus pada satu kawasan saja. Nah di salah satu mata kuliahnya adalah belajar Al-Quran. Saya gembira bukan main,” aku Karima mengenang.
Kagum dengan Al-Quran
“Satu malam saya buka Al-Quran untuk mengerjakan PR. Heran campur takjub. Makin saya baca makin terasa nikmat. Sulit untuk berhenti membacanya. Persis seperti seseorang baru mendapatkan sebuah novel baru. Ketika itu saya bergumam dalam hati; wow menarik sekali. Inilah yang selama ini saya cari-cari. Semuanya ada dalam Al-Quran. Semua penjelasan betul-betul menarik. Saya sungguh kagum, kitab suci ini menguraikan semua yang juga saya percayai dan saya cari-cari jawabannya selama bertahun-tahun. Sangat jelas disebutkan bahwa hanya ada satu Tuhan yang patut disembah, yakni Allah. Tidak seperti di Kristen, satu dalam tiga,” imbuhnya.
Hari berikutnya Karima kembali ke ruang kelas untuk menanyakan siapa gerangan pengarang kitab itu. Karima melihat ada sebuah nama tertulis di halaman depan Al-Quran itu. “Awalnya saya menyangka itu nama pengarangnya. Misalnya seperti kitab Gospel yang dikarang oleh St. Luke atau kitab-kitab dalam agama lain yang pernah saya pelajari sebelumnya,” kata dia.
Salah seorang dosen Karima yang beragama Kristen memberitahu bahwa itu bukan nama pengarangnya. “Ternyata itu adalah nama penerjemahnya. Masih menurut dosen itu, dia mengutip pernyataan penganut Islam, bahwa tak ada seorang pun yang mampu menulis kitab suci itu. Quran, kata orang Islam, merupakan perkataan Allah dan tidak berubah dari pertama diturunkan hingga saat ini. Al-Quran dibaca dan dihafal banyak orang. Wow…tak perlu saya katakana bagaimana gembiranya hati saya. Makin terpesona dan takjub. Setelah penjelasan itu saya tambah tertarik, bukan hanya mempelajari bahasa Arab, tapi juga mempelajari Islam. Hingga timbul keinginan pergi ke Timur Tengah,” katanya sumringah.
Masuk Islam
Di tahun terakhir kuliah akhirnya Karima mendapat kesempatan mengunjungi Mesir. Salah satu tempat favorit yang ingin dia lihat di sana adalah mesjid. “Saya merasakan seolah-olah sudah jadi bagian dari mereka. Berada di dalam mesjid, keagungan Allah semakin nyata. Dan, seperti biasanya, saya sangat menikmati rangkaian tulisan kaligrafi yang ada di dinding mesjid itu,” kata dia.
Satu hari seorang teman menanyakan kenapa tidak masuk Islam saja kalau memang sudah sangat tertarik. “Tapi saya sudah jadi seorang muslim,” kata Karima. Si teman terkejut mendengar jawaban itu. Tak cuma dia, bahkan Karima sendiri terkejut dengan jawaban spontan yang keluar dari bibirnya. “Tapi kemudian saya sadari hal itu logis dan normal. Islam telah merasuk dalam jiwa saya dan selalu memberikan perasaan lain. Begtupun pernyataan teman saya itu ada benarnya. Kenapa saya tidak masuk Islam saja?” tanya Karima pada dirinya sendiri. Temannya menyarankan agar lebih resmi (masuk Islam) sebaiknya pergi ke mesjid saja dan menyatakan keislaman di hadapan jamaah di sana sebagai saksinya.
“Tanpa menunggu lama saya ikuti sarannya. Ringkas saja, Alhamdulillah, akhirnya saya pun bersyahadat. Pihak mesjid lalu memberikan selembar sertifikat resmi selepas bersyahadat. Tapi sertifikat itu tak penting dan hanya saya simpan dilemari. Sama seperti dokumen-dokumen lain seperti asuransi, ijazah dan lainnya. Tak ada niat menggantung kertas itu di dinding rumah sebagai bukti telah ber-Islam. Bagi saya yang penting sudah jadi seorang muslim,” akunya.
“Kini saya habiskan waktu hanya untuk mempelajari Al-Quran. Ketika membuka Al-Quran perasaan yang hadir persis seperti orang yang baru saja menemukan kembali anggota keluarganya yang telah lama hilang,” ungkap Karima. Di rumahnya Karima tak lupa menggantung foto Istana Al Hambra, tempat dimana dia pertama kali melihat tulisan Arab yang membuat dirinya takjub dan jatuh cinta dengan Al-Quran. Kini, disamping mengelola praktek penyembuhan alaminya dia juga aktif menulis. Ada lebih dari 120 artikel yang telah dia tulis. Umumnya bertema kesehatan. Tulisannya yang terkenal antara lain The “Yoga” of Islamic Prayer, Vetegarian Muslim, dan banyak lainnya lagi. Begitulah

Saturday, March 22, 2008

LEE KEAN SIN MASUK ISLAM SETELAH BINGUNG KENAPA TUHAN YANG TERBUAT DARI LILIN HANCUR MELELEH

Sejak terjadi peristiwa pertumpahan darah di Malaysia pada 13 Mei 1969 antara orang Cina dan orang Islam, dia sering merenung dan heran. Kenapa patung-patung lilin yang disembah tidak dapat melindungi cina dan rumah-rumah cina ketika dibakar oleh orang-orang Islam, bahkan patung-patung itu sendiri yang terbuat dari lilin ikut meleleh.
Maka setelah berjalan beberapa tahun, akhirnya pada tahun 1977 beliau mengucapkan dua kalimah syahadah dan menukar namanya menjadi Hasyim bin Abdullah.
Ujian yang beliau terima setelah masuk Islam adalah dibenci oleh keluarga dan kawan-kawannya bahkan pernah dimasukkan ke rumah sakit jiwa namun akhirnya diselamatkan oleh orangtuanya sendiri dan dimaafkan. Kini Hasyim telah hidup bahagia dengan keyakinan agamanya yang beliau anuti.

Monday, November 12, 2007

MEMBENCI ISLAM, AKHIRNYA MASUK ISLAM

Tidak sedikit dalam sejarah Islam, tercatat orang-orang yang membenci Islam namun kemudiannya masuk Islam dan mencintainya sepenuh jiwa raga. Bacalah kisah Umar Bin Khattab yang amat membenci bahkan berniat akan membunuh Nabi Muhammad s.a.w. tetapi dengan izin Allah beliau mendapatkan hidayah dan masuk Islam
Hindun seorang wanita yang sanggup merobek-robek dada Hamzah paman Rasulullah s.a.w kerana berdendam dalam peperangan antara ummat Islam dan musuh-musuhnya. Namun akhirnya beliau masuk Islam. Begitu juga dengan suaminya yakni Abu Sufyan.
Masih banyak lagi orang-orang yang sebelumnya memusuhi dan membenci Islam, kemudian justeru membela dan memperjuangkan Islam setelah masuk ke dalam agama tersebut. Ibarat orang berkata: Tak kenal maka tak cinta.

Thursday, November 8, 2007

'IMAD PEMUDA MESIR TERTARIK ISLAM KARENA PANCARAN CAHAYA IBU

'Imad adalah seorang pemuda Mesir yang menemui ibunya yang baru masuk Islam. Kebetulan ketika itu tiba waktu maghrib. Suara adzan yang pernah didengarnya ribuan kali sebelum itu, saat itu telah menembus lubuk hatinya yang paling dalam bersamaan dengan cahaya baru yang dipancarkan oleh ibunya ketika bersalaman.
Beliau masih tetap mendatangi gereja pada setiap hari Selasa namun semakin hari hatinya semakin tidak tertarik dengan agama Nasraninya. Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul yang tidak dapat terjawab. Pernah pada suatu hari beliau menanyakan kepada kawan-kawan Nasraninya dengan pertanyaan: "Wahai para penyembah Al Masih, saya memiliki pertanyaan buat kalian. Tidak akan ada yang bisa menjawab kecuali orang yang betul-betul menguasai tentang hakikat agama, yaitu: bagaimana mungkin Tuhan yang menciptakan semua makhluk meniggal dunia ?. Apakah Al Masih merupakan Tuhan bagi orang Nasrani ?. Sungguh aneh, Tuhan adalah seseorang yang berada di perut seorang ibu dan dilahirkan darinya, apakah ia Tuhan ?".

Cukup lama beliau mempelajari agama Nasrani dan agama Islam, yang akhirnya beliau mengambil keputusan memilih Islam sebagai pilihannya. Beliau merasakan menemukan cahaya Islam yang luar biasa yang tidak dapat ditandingi oleh mana-mana agama lain. Beliau mendapatkan ketenangan dan kemanisan iman yang belum pernah ditemuinya sebelum beliau masuk Islam.
Setelah masuk Islam pada suatu hari beliau bertemu dengan adik perempuannya yang pulang dari gereja dengan membawa foto ulang tahun Al Masih. Beliau menanyakan kepada adiknya tentang foto itu. Adiknya menjawab: "Ini foto Al Masih saat masih kecil". Secara singkatnya si abang bertanya : Apakah sesuai bagi Tuhan yang menjadi sesembahan melahirkan anaknya di kandang lembu ?. Apakah Tuhan harus bertawadhu' -padahal Dia adalah Dzat yang Paling Tinggi- sehingga melahirkan puteranya di suatu tempat yang bahkan kotor seperti kandang hewan ?.
Adik perempuannya pun sebenarnya tak dapat menjawab: "Saya sendiri juga tidak tenang dan tidak percaya dengan logika Nasrani ini. Saya malah semakin tertarik dengan agama Islam".
Akhirul kata adik perempuannyapun juga masuk Islam di bawah bimbingan abangnya dengan mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapannya.

SIONG THIAM MASUK ISLAM KARENA MELIHAT ORANG BERWUDHU'

Siong Thiam adalah seorang Tionghoa yang kebetulan tinggal di sebelah masjid. Hampir setiap hari menyaksikan pemandangan orang-orang Islam mengambil air wudhu' sebelum shalat maghrib. Ketika itu memang beliau sendiri dalam keadaan bingung akan agamanya sendiri yang menanamkan kepercayaan bahwa anak kecil kalau mati akan membawa malapetaka. Ketika melihat orang-orang berwudhu' beliau berfikir alangkah agungnya dan bersihnya agama ini. Tidak ada agama lain yang mengajarkan kebersihan badan, pakaian dan hati sebelum menyembah Tuhan Yang Maha Suci selain agama Islam. Sejak itulah beliau tertarik dengan agama Islam sehingga pada hari Khamis 3 April 1969 di masjid Taqwa Lubuk Pakam, beliau melafazkan dua kalimah syahadah dengan resmi di bawah bimbingan ust. Hasan Basri dan menukar namanya menjadi Alifuddin el Islamy yang kemudiannya aktif menjadi seorang pendakwah yang diminati banyak orang.

Tuesday, November 6, 2007

SUARA ADZAN MELULUHKAN HATI CHICHA KOESWOYO

Hampir setiap orang Indonesia pada tahun 1970 an mengenali nama Chicha Koeswoyo, seorang penyanyi cilik yang lincah dan mempunyai banyak peminat.
Beliau kini telah menjadi seorang muslimah yang merasakan hidup lebih tenang dibandingkan sebelum beliau memeluk Islam.
Tidak disangka bahwa masuknya Chicha Koeswoyo ke dalam agama Islam karena terdengar suara adzan yang syahdu yang menembus dan meggetarkan lubuk hatinya yang paling dalam.
Memang tidak sedikit orang masuk Islam disebabkan oleh suara adzan. Jika setiap orang merenungkan setiap makna yang terkandung di dalam aluan adzan niscaya, hatinya akan tergetar dan tidak ada yang lebih Agung melainkan Allah Pencipta Yang Maha Besar dan Maha Kuasa.

Tuesday, October 30, 2007

MENCARI TUHAN MENEMUI ALLAH : GENE NETTO

Nama saya Gene Netto, sejak tahun 1995 saya telah menetap di Jakarta, Indonesia, dan pada saat saya bertemu dengan orang baru, mereka selalu penasaran tentang latar belakang saya. Mereka ingin tahu tentang bagaimana saya bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik, pindah ke Indonesia dan akhirnya masuk Islam. Lewat bab ini, saya ingin menjelaskan latar belakang diri saya dan bagaimana caranya saya menjadi tertarik pada Islam.

Masa kecil dan mencari tuhan
Saya lahir di kota Nelson, sebuah kota kecil di Pulau Selatan di Selandia Baru (New Zealand) pada tanggal 28 April, tahun 1970. Bapak dan ibu saya bertemu di Nelson, menikah dan mendapat tiga anak; saya nomor dua. Bapak berasal dari Birma (yang sekarang dinamakan Myanmar) dan setelah Perang Dunia II, kakek saya pindah ke Selandia Baru.
Ibu lahir di Selandia Baru dan leluhurnya adalah orang Inggris dan Irlandia. Ibu dibesarkan di sebuah perternakan domba dan sapi di pulau selatan Selandia Baru.Pada usia kecil saya sudah merasa kurang betah di Selandia Baru. Keluarga saya beragama Katolik dan Ibu saya berkulit putih tetapi saya masih merasa berbeda dengan orang lain. Kakak dan adik saya mendapatkan mata biru dan rambut coklat yang membuat mereka lebih mirip dengan orang berkulit putih yang lain. Tetapi mata saya berwarna coklat-hijau dan rambut saya hitam, dan hal itu memberi kesan bahwa saya bukan orang berkulit putih asli. Jadi, saya orang mana? Orang barat? Atau orang Asia? Saya sudah mulai merasa tidak betah dan oleh karena itu saya berfikir banyak tentang dunia dan siapa diri saya.
Saya membesar terus dan berfikir terus tentang berbagai macam hal, terutama tentang agama, dunia dan alam semesta. Seringkali saya melihat bintang dan dalam kesunyian larut malanm saya berfikir tentang luasnya alam semesta dan bagaimana diciptakan. Dari umur 9 tahun saya mulai membaca buku tentang agama dan topik serius yang lain. Saya ingin tahu segala-galanya: agama, dunia, budaya, sejarah, alam semesta… semuanya! Seingat saya, hanya saya yang tertarik pada dinosaurus pada usia itu. Teman-teman saya yang lain tidak mau tahu tentang dinosaurus karena saat itu film Jurassic Park belum muncul. Hanya saya yang sering membaca tentang topik serius seperti pembuatan piramida, agama Buddha dan Hindu, sejarah dunia, luasnya alam semesta dan sebagainya.
Seperti anak kecil yang lain, saya juga diajarkan agama oleh orang tua saya, karena mereka sebelumnya juga diajarkan oleh orang tua mereka. Di dalam ajaran agama Katolik ada banyak hal yang membingungkan saya. Setiap saya bertanya tentang Tuhan dan agama Kristen, saya seringkali mendapat penjelasan yang tidak memuaskan. Saya menjadi bingung dengan konsep Trinitas, di mana ada Tuhan, Yesus, dan Roh Kudus, dan semuanya Tuhan tetapi Tuhan hanya satu. Tuhan menjadi manusia, dan manusia itu mati, tetapi Tuhan tidak bisa mati, tetapi manusia itu adalah Tuhan. Saya menjadi bingung dengan pastor yang mengampuni dosa orang dengan mudah sekali tanpa bicara kepada Tuhan terlebih dahulu.
Bagaimana kalau pastor salah dan dosa saya belum diampuni? Apakah saya bisa mendapatkan bukti tertulis dari Tuhan yang menyatakan bahwa saya sudah bebas dari dosa? Bagaimana kalau saya bertemu dengan Tuhan di hari akhirat dan Dia menyatakan bahwa dosa saya belum diampuni? Kalau saya berprotes dan menunjuk pastor yang meyakinkan saya bahwa tidak ada dosa lagi, Tuhan cukup bertanya “Siapa menyuruh kamu percaya pada omongan dia?” Siapa yang bisa menyelamatkan aku kalau pastor keliru dan dosa aku tetap ada dan dihitung oleh Tuhan?
Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mendapatkan penjelasan tentang semua hal yang membingungkan saya. Akhirnya jalan keluar menjadi jelas: saya harus bicara empat mata dengan Tuhan! Hanya Tuhan yang bisa menjawab semua pertanyaan saya.
Pada suatu hari, saya menunggu sampai larut malam. Saya duduk di tempat tidur dan berdoa kepada Tuhan. Saya menyuruh Tuhan datang dan menampakkan diri kepada saya supaya saya bisa melihat-Nya dengan mata sendiri. Saya menyatakan bahwa saya siap percaya dan beriman kepada Tuhan kalau saya bisa melihatnya sekali saja dan mendapatkan jawaban yang benar dari semua pertanyaan saya. Kata orang, Tuhan bisa melakukan apa saja! Kalau benar, berarti Tuhan juga bisa muncul di kamar saya pada saat disuruh muncul. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan menatap jendela di kamar, menunggu cahaya Tuhan masuk dari luar.
Saya menunggu lama sekali. Sepuluh minit. Lima belas minit. Mana Tuhan? Kata orang, Tuhan Maha Mendengar, berarti sudah pasti mendengarkan saya. Saya menunggu lagi. Melihat jendela terus. Menunggu lagi. Kenapa Tuhan belum datang? Barangkali Dia sibuk? Kena macet? Saya melihat jendela lagi. Setelah menunggu sekian lama dan benar-benar memberi kesempatan kepada Tuhan untuk muncul. Tetapi Tuhan ternyata sibuk pada malam itu dan Dia tidak hadir.
Hal itu membuat saya bingung. Bukannya saya sudah berjanji bahwa saya akan percaya kepada-Nya kalau Dia membuktikan bahwa Diri-Nya benar-benar ada? Kenapa Dia tidak mau menampakkan Diri kepada saya? Bagaimana saya bisa percaya kalau saya tidak bisa melihat-Nya? Saya menangis dan tidur. Besoknya saya berdoa lagi dengan doa yang sama. Hasilnya pun sama: Tuhan tidak datang dan saya menangis lagi.
Ini merupakan contoh logika seorang anak kecil. Dalam pengertian seorang anak, apa yang tidak terlihat, tidak ada. Apalagi sesuatu yang begitu sulit didefinisikan seperti konsep “tuhan”. Pada saat itu, terjerumus dalam kebingungan, saya memutuskan untuk tidak percaya kepada Tuhan dan menyatakan diri “ateis” (tidak percaya kepada tuhan mana saja). Saya memberitahu kepada Tuhan bahwa saya sudah tidak percaya kepada-Nya. Dan saya memberitahu Tuhan bahwa Dia memang tidak ada dan semua orang yang percaya kepadanya adalah orang bodoh saja yang hanya membuang waktunya. (Dalam kata lain, saya ngambek terhadap Tuhan.) Di dalam hati, saya berbicara kepada Tuhan dengan suara yang keras supaya Dia bisa mendengar dengan jelas pernyataan saya bahwa Tuhan tidak ada!
Pada hari-hari yang berikut, saya memberi waktu kepada Tuhan untuk datang dan minta maaf karena tidak sempat datang dan menampakkan diri pada hari sebelumnya. Saya sudah membuat pernyataan yang jelas. Tuhan semestinya mendengar pernyataan saya itu dan memberi tanggapan. Tetapi tidak ada tanggapan dari Tuhan. Akhirnya saya mencapai kesimpulan bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Sudah terbukti. Kalau ada Tuhan, Dia pasti akan mendengar doa saya dan menampakkan diri. Kenyataan bahwa Tuhan tidak menampakkan diri membuktikan bahwa Tuhan tidak ada!
Saya bersekolah terus dan sembunyikan kenyataan bahwa saya tidak percaya kepada Tuhan. Kalau ada yang menanyakan agama saya maka saya menjawab “Katolik” saja. Selama SD, SMP, dan SMA saya belajar terus tentang dunia tetapi sudah malas mempelajari agama secara serius, kecuali untuk mencari kekurangannya, karena saya menanggap agama itu sesuatu yang membuang waktu saja tanpa membawa hasil. Kebetulan, setelah lulus SMA, orang tua saya memutuskan untuk berpindah ke Australia. Kebetulan, saya memutuskan untuk ikut juga daripada tetap di Selandia Baru.
Di Australia, saya berusaha untuk masuk kuliah Psikologi di Universitas Queensland pada tahun 1990. Saya mau menjadi seorang psikolog anak. Kebetulan, lamaran saya itu tidak diterima karena nilai masuk saya kurang tinggi. Sebagai pilihan kedua, saya ditawarkan kuliah Pelajaran Asia di Universitas Griffith. Di Australia, seorang siswa yang tidak diterima di fakultas pilihan pertamanya, akan ditawarkan fakultas atau universitas yang lain. Setelah satu tahun, dia bisa pindah kembali ke pilihan pertamanya asal nilainya bagus. Kebetulan, saya menerima tawaran untuk masuk Fakultas Pelajaran Asia dengan niat akan pindah ke Fakultas Psikologi setelah satu tahun.
Kebetulan, di dalam Fakultas Pelajaran Asia pada tahun pertama semua siswa wajib mengambil mata kuliah Bahasa Asia. Ada pilihan Bahasa Jepang, Cina, Korea, dan Indonesia. Kebetulan, saya memilih Bahasa Indonesia karena sepertinya paling mudah dari yang lain. Saya hanya perlu mengikuti mata kuliah itu selama satu tahun saja jadi sebaiknya saya mengambil yang termudah. Kebetulan, dalam waktu enam bulan, nilai saya sangat baik, termasuk yang paling tinggi.
Tiba-tiba kami diberitahu ada 3 beasiswa bagi siswa untuk kuliah di Indonesia selama 6 bulan. Saya tidak mengikuti seleksi karena berniat pindah fakultas pada akhir tahun. Tiga teman dipilih. Kebetulan, salah satunya tiba-tiba menyatakan ada halangan dan dia tidak bisa pergi ke Indonesia. Proses seleksi dibuka lagi. Ada seorang dosen yang memanggil saya dan bertanya kenapa tidak mengikuti seleksi dari pertama kali. Saya jelaskan niat saya untuk pindah fakultas pada akhir tahun pertama.
Dia menyatakan “Gene, kemampuan kamu dalam bahasa Indonesia sudah kelihatan. Kenapa kamu tidak teruskan saja Pelajaran Asia. Dalam waktu 2 tahun kamu sudah selesai. Belum tentu kamu senang di bidang psikologi, tetapi sudah jelas bahwa kamu ada bakat bahasa. Coba dipikirkan kembali.”
Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan pelajaran saya di Fakultas Pelajaran Asia itu dan mengikuti proses seleksi untuk beasiswa tersebut. Kebetulan, setelah proses selesai, saya dinyatakan menang dan akan diberangkatkan ke Indonesia pada tahun depan (1991). Sekarang saya menjadi lebih serius dalam pelajaran saya karena sekarang ada tujuan yang lebih jelas.
Dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa, bukan Pendeta atau Pastor.
Pada suatu hari diadakan acara barbeque (makanan panggang) untuk Klub Indonesia. Semua orang Indonesia di kampus diundang untuk bergaul dengan orang Australia yang belajar tentang Indonesia. Pada saat saya sedang makan, ada orang Indonesia yang datang dan kebetulan dia duduk di samping saya. Dia bertanya “Kamu Gene, ya?” Ternyata dia pernah dengar tentang saya dari seorang teman. “Apakah kamu pelajari agama Islam, Gene?” Saya jelaskan bahwa memang ada mata kuliah tentang semua agama di Asia termasuk agama Islam. “Apakah kamu juga tahu bahwa dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa? Tidak ada pendeta atau pastor yang boleh mengampuni dosa orang!”
Saya begitu kaget, saya berhenti makan dengan hotdog di tengah mulut. Saya suruh dia menjelaskan lebih mendalam lagi. Ini bukan sebuah kebetulan! Inilah sebuah jawaban yang telah saya cari selama 10 tahun. Di dalam Islam hanya Tuhan yang berhak mengampuni dosa. Apakah mungkin di dalam agama Islam ada logika dan ajaran yang bisa saya terima? Apakah mungkin ada agama yang benar di dunia ini? Dari semua kebetulan yang membawa saya ke titik itu, tiba-tiba semuanya terasa sebagai sesuatu yang terencana, dan sama sekali tidak terjadi secara tidak sengaja. Yang saya lihat adalah serangkaian kebetulan yang membawa saya ke kampus itu dan bahasa Indonesia. Tetapi dari pandangan orang yang percaya kepada Allah, tidak ada kebetulan sama sekali di dunia ini!
Masuk Islam
Dari saat itu saya mulai mempelajari dan menganalisa agama Islam secara mendalam. Saya mulai membaca buku dan mencari teman dari Indonesia yang beragama Islam. Secara pelan-pelan saya mempelajari Islam untuk mencaritahu apakah agama ini benar-benar masuk akal atau tidak.
Pada tahun 1991, saya dan dua teman kuliah menjalankan beasiswa untuk kuliah di Indonesia. Saya belajar di Universitas Atma Jaya di Jakarta dan kedua teman yang lain itu dikirim ke Salatiga dan Sulawesi. Pada saat saya di Atma Jaya (sebuah universitas Katolik), sebagian besar teman saya adalah orang Islam. Kenapa bisa begitu? Memang ada orang Islam yang kuliah di Atma Jaya, dan saya merasa sudah paham semua kekurangan yang ada di dalam agama Kristen, jadi saya tidak tertarik untuk bergaul dengan orang yang beragama Kristen. Saya lebih tertarik untuk menyaksikan agama Islam dan pengikutnya dan oleh karena itu saya menjadi lebih dekat dengan beberapa orang yang beragama Islam. Kalau ada teman yang melakukan sholat, saya duduk dan menonton orang itu dan memikirkan tentang apa yang dia lakukan dan kenapa.
Pada saat kembali ke Australia setelah 6 bulan di Jakarta, saya menjadi salah satu siswa yang bahasa Indonesianya paling lancar di kampus. Oleh karena itu, saya sering bergaul dengan orang Indonesia. Secara langsung dan tidak langsung saya pelajari agama Islam terus. Saya membaca buku dan berbicara dengan orang Indonesia di mana-mana. Setelah selesai kuliah Bachelor of Arts, saya mengambil kuliah tambahan selama satu tahun di fakultas pendidikan untuk menjadi guru bahasa. Pada saat yang sama saya mengikuti seleksi untuk beasiswa kedua, kali ini dari Perkumpulan Wakil Rektor Australia (Australian Vice Chancellors Committee). Beasiswa ini hanya untuk satu orang per bagian negara dan, kali ini, saya bebas memilih lokasi kuliah di Indonesia.
Sekali lagi, saya terpilih, dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah satu tahun di Universitas Indonesia. Setelah selesai kuliah tambahan di Fakultas Pendidikan, Universitas Griffith, pada tahun 1994 saya berangkat sekali lagi ke Jakarta untuk belajar di Fakultas Sastra di UI. Selama satu tahun di UI, seperti waktu saya ada di Atma Jaya, saya bergaul terus dengan orang Islam.
Pada bulan Februari, tahun 1995, saya duduk sendiri di lantai pada tengah malam dan menonton shalat Tarawih, tayangan langsung dari Mekah. Saya melihat sekitar 3-4 juta orang melakukan gerakan yang sama, menghadap arah yang sama, mengikuti imam yang sama, berdoa dengan ucapan yang sama, berdoa kepada Tuhan yang sama. Saya berfikir: Mana ada hal seperti ini di negara barat? Orang yang berkumpul untuk pertandingan bola yang paling hebat di dunia cuma beberapa ratus ribu. Tidak pernah ada orang sebanyak ini berkumpul si suatu tempat untuk menonton bola, mengikuti suatu pertandingan, atau bahkan mendengarkan Paus bicara. Ini benar-benar luar biasa! Dan tidak ada tandingnya.
Selama satu tahun itu saya teruskan pelajaran agama saya. Tidak secara formal atau serius, tetapi dengan memantau dan mencermati. Kalau ada ceramah agama di TV, dari Kyai Zainuddin MZ atau Kyai Anwar Sanusi dan sebagainya, maka saya mendengarkannya dan memikirkan maknanya. Dan secara pelan-pelan saya mendapatkan ilmu agama dari berbagai macam sumber. Pada akhir tahun 1995 itu saya sudah merasa sulit untuk menolak agama Islam lagi.
Tidak ada yang bisa saya salahkan dalam ajaran agama Islam karena memang Islam didasarkan logika. Semua yang ada di dalam Islam mengandung logika kalau kita mau mencarinya. Apa boleh buat? Saya mengambil keputusan untuk masuk Islam. Akan tetapi, saya seharusnya kembali ke Australia dan mengajar di sekolah di sana. Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mempelajari agama Islam di sana? Ada masjid di mana? Dari mana saya bisa mendapatkan makanan yang halal? Dari mana saya bisa mendapatkan guru agama?
Sepertinya saya akan sulit hidup sebagai orang Islam kalau harus hidup di luar negeri. Kalau saya mau menjadi orang Islam dengan benar maka saya harus menetap di Indonesia untuk belajar. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menetap di Indonesia dan masuk Islam.
Saya kembali ke Australia dan pamit dengan orang tua. Saya memberitahu mereka bahwa saya mau kerja di Indonesia untuk beberapa waktu. Ibu berpesan: “Silahkan kembali ke Indonesia, tapi jangan masuk Islam, ya?” Dari pandangan orang barat, Islam tidak bagus jadi wajar kalau Ibu menyuruh saya untuk menjahui sesuatu yang dianggap buruk. Saya lupa kapan saat persisnya saya memberitahu orang tua bahwa saya sudah masuk Islam. Kalau tidak salah, saya sudah kembali ke Indonesia, mendapatkan pekerjaan, masuk Islam, dan sudah mulai sholat, sebelum saya memberitahu mereka. Tentu saja mereka menanggap bahwa saya kehilangan akal. Tetapi alhamdulillah, mereka masih berbuat baik kepada saya. Saya tidak diusir, tidak dimusuhi dan tidak dikeluarkan dari keluarga saya. Keluarga juga tidak pernah menyatakan kata buruk tentang Islam di depan saya. Hanya saja saya dianggap “gila”. Tidak apa apa. Nabi Muhammad (s.a.w.) juga dianggap “gila” oleh kaum Quraisy jadi saya tidak boleh sakit hati karena sebenarnya enak kalau bisa masuk kategori yang sama dengan Nabi (s.a.w.)
Sejak tahun 1995, saya telah menetap di Jakarta dan bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris. Saya belum ada niat untuk kembali hidup di tengah-tengah orang kafir. Saya berniat untuk menetap di sini terus (selama belum diusir) dan mempelajari agama Islam dengan sebaik-baiknya. Banyak orang asing menanggap saya aneh karena mau menetap di negara yang miskin, kotor, penuh dengan korupsi dan sebagainya. Mereka itu memiliki pandangan yang keliru. Komentar mereka benar, tetapi saya juga melihat masjid, orang yang sholat, adzan, Al Qur’an di rumah orang, makanan yang halal, anak-anak yang tidak mau bezina atau menjadi mabuk, dan banyak hal yang lain yang jauh lebih besar manfaatnya. Oleh karena itu, semua kekurangan yang disebut-sebut oleh orang kafir itu menjadi tidak bermakna dan kurang terasa. Keindahan Islam bisa menutupi semua kekurangan yang diciptakan oleh manusia di negara ini.
Dan alhamdullilah, di sini saya mendapatkan teman-teman yang terbaik di dunia. Belum pernah saya mendapatkan teman seperti teman yang saya jumpai di sini. Bagi saya, persahabatan mereka adalah suatu hal yang sangat nikmat, apalagi saya harus tinggal di sini tanpa keluarga. Karena takut memalukan mereka, saya tidak akan sebutkan namanya. Semuanya memiliki kedudukan sebagai saudara di dalam hati saya. Mereka yang membantu saya sehari-hari untuk selalu ingat kepada Allah dan tidak menyimpang dari jalan yang benar. Mereka yang menjadi contoh konkret bagi saya tentang kehidupan seorang Muslim. Mereka yang menggantikan keluarga yang menganggap saya gila, karena teman-teman ini justru bangga dengan usaha saya untuk menjadi orang yang beriman. Sering ada orang bertanya “Kenapa kamu tidak pulang ke Australia dan berdakwa di sana?” Jawabannya adalah: belum tentu di sana ada orang yang mau mendengar kalau saya bicara, tetapi di sini, justru banyak yang tertarik karena jarang ada orang bule yang masuk Islam, menetap di sini dan bisa berbahasa Indonesia. (Secara kebetulan!) Saya juga tidak mau kembali ke sana karena dengan demikian, saya harus tinggalkan teman-teman saya di sini dan juga guru-guru agama saya. Semoga semua yang mereka lakukan untuk membantu saya belajar agama dibalas Allah swt. karena saya sama sekali tidak sangup menjadi orang baik tanpa bantuan terus dari mereka.
Semoga sisanya dari buku ini adalah sesuatu yang menarik bagi anda yang membacanya. Semoga lewat tulisan ini, semua yang saya pahami sebagai seorang Muslim di Indonesia akan menjadi bahan pikiran untuk kita semua. Perjuangan saya dari luar negeri sampai masuk Islam dan menetap di sini adalah sebagian dari rencana Allah. Saya belum tahu kenapa Allah membawa saya ke Indonesia dan memberi saya kelancaran dalam bahasa Indonesia. Apakah semua itu hanya untuk diri saya sendiri? Atau apakah ada tujuan Allah yang lebih luas yang belum saya pahami? Apa yang Allah inginkan dari saya? Apa yang bisa saya lakukan untuk ummat Islam dan Allah sebagi balasan terhadap semua nikmat yang telah Allah berikan kepada saya?
Barangkali, lewat buku ini, ada beberapa hamba Allah yang akan mulai memikirkan Islam dengan cara baru. Barangkali akan ada beberapa orang yang menjadi lebih dekat kepada Allah setelah membaca dan memahami pikiran saya. Saya bukan seorang ustadt. Saya bukan ahli agama. Yang bisa saya berikan kepada ummat Islam untuk membantu kita semua menjadi ummat teladan di dunia hanya sebatas komentar saja. Barangkali Allah memberikan saya kehidupan sampai sekarang supaya saya bisa bicara kepada anda lewat buku ini. Insya Allah ada tujuan Allah yang membawa hikmah buat ummat Islam lewat komentar saya ini. Saya juga mohon Allah mengangkat semua sifat sombong dan takkabur dari hati saya dan menjadikan saya seorang hamba Allah yang bermanfaat bagi Allah dan bermanfaat bagi ummat Islam. Amin amin ya robbal alamin. Semoga menjadi rahmat bagi kita semua.
yang bersangkutan Mr. Genne Netto tinggal di Jakarta, saat ini telah menjadi anggota milist mualafindonesia@yahoogroups.com bergabung dengan yang lainnya dalam membantu mualaf dan calon mualaf … Blogs ybs http://genenetto.blogspot.com/
Sumber:http://mualaf.com/modules.php?name=News&file=article&sid=412

Monday, October 29, 2007

WANITA GERMAN MASUK ISLAM

This German lady was raised in a convent but still managed to find Islam and accept it, demonstrating how there is no one common denomination to being muslim.

Islam - My Choice One day, my son (with tears in his eyes) said: "I do not want to remain Christian any longer, I want to be a Muslim. You too should join this new faith with me." That was the first time I felt like I had to link myself with Islam. Years past before I came in contact with the Imam (Leader of the Congregational Prayer) of the Berlin Mosque, who introduced me to Islam. I came to recognize that Islam was the true religion for me. Belief in the Trinity of the Christian faith was impossible for me even when I was twenty. After studying Islam I also rejected confession, the holiness and the recognition of the supreme power of the Pope, baptism, etc., and thus I became Muslim.My ancestors were all sincere believers and pious persons. I was brought up in a convent and hence I inherited a religous attitude towards life. This demanded that I should associate myself with one religous system or the other. I was indeed very fortunate and comforted as I decided to join the religion of Islam.Today I am a very happy grandmother, because I can claim that even my granschild is born Muslim."Allah guides whom He pleases to the Right Path"Mrs. Amina Mosler Germany

From: http://www.islaam.ca/forum/view-71.html